Isi Ulang Iman? Datangi Kajian

iman-melemahAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ketika terdengar suara azan berkumandang, ada kalanya hati kita lambat untuk menghadap kepada-Nya. Hati kita lambat memenuhi panggilan tersebut dengan berbagai alasan:

“Masih ngantuk,”

“Shalatnya ntar aja, makan dulu,”

 “Nanti aja deh shalatnya, kloter kedua, kalo masjidnya udah sepi,”

“Ah, masih lama waktunya,”

Apabila pikiran-pikiran di atas sedang menghampiri kita, kita perlu berhati-hati karena itu tandanya iman kita sedang turun. Kalau tetap dibiarkan, iman kita akan tambah turun, melemah, semakin melemah, dan terus melemah. Jangan diabaikan ya, Sahabat.

Ketika kuota habis, kita buru-buru beli lagi.

Ketika handphone kita lowbat, langsung tancap charger.

Ketika Line, Instagram, WhatsApp ada versi terbaru, langsung diupdate.

Ibarat hal-hal tersebut, ketika iman kita melemah, kita juga perlu melakukan ‘isi ulang’. Salah satu cara untuk ‘mengisi ulang’ iman adalah dengan menghadiri majelis ilmu.

Majelis ilmu yang dimaksud di sini adalah sarana untuk menuntut ilmu agama seperti mentoring dan kajian. Mengaji, merupakan ibadah yang sangat mulia karena dengan mengaji; meng-kaji ilmu agama, kita jadi mengetahui hal-hal yang kita lakukan selama ini benar atau salah dan sesuai tuntunan atau belum. Selain itu, menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian melewati taman surga maka berhentilah.” Mereka bertanya, “Apakah taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqoh zikir (majelis ilmu).” (HR. At-Tirmidzi)

Jaman sekarang, banyak masjid yang menyelenggarakan majelis ilmu: kajian. Namun, terkadang sepi jamaahnya. Padahal kan kajian tanpa dipungut biaya, untuk umum, tanpa daftar pula. Siapapun boleh datang, ikut duduk, dan mendengarkan apa yang ustaznya sampaikan. Bertanya? Boleh juga.

Namun, seringkali apabila kita mengajak orang lain kajian, tak sedikit yang menanggapi:

“Ustaznya siapa? Tentang apa?”

“Ah, ustaznya kok bukan yang di tv-tv. Sekali-kali undang ustaz itu mbok an, nanti aku dateng,”

“Mbok temanya tu yang seru,”

“Ada konsumnya nggak?”

Astaghfirullaah.. Kalau seperti itu, bagaimana caranya iman kita terisi?

Ada juga yang oke-oke aja ustaznya siapa dan temanya apa, tapi kurang semangat menghadiri kajian dengan alasan, “Aku belum siap, masih sering maksiat e…”

Seorang ulama, Ibnu Athaillah rahimahullah pun mengatakan, “Kau harus tetap menghadiri majelis ilmu meskipun masih melakukan maksiat. Jika hari ini tidak mendapat manfaat, mungkin esok kau akan mendapatkannya. Ketahuilah, satu kali duduk di majelis seorang ulama yang tulus dapat membuatmu berubah dari sosok pelaku maksiat menjadi hamba yang taat dan takut kepada Allah.”

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Apa tanggapan antum?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s