Menonton Bola Ibadah Tetap Utama

 

Poster dakwah euro finnish optional

Bismillah

Hingar bingar piala Eropa dan copa America, seperti menghipnotis para pecinta bola. Yang tua maupun muda, tak mau ketinggalan mengikuti setiap pertandingan. Begadang hingga dini hari pun dilakukan dengan suka hati. Semua dilakukan demi bola. Demi piala dunia.

Piala kebanggaan bagi sang pemenang. Para penonton itu sama sekali tak bakal mendapatkan pialanya, atau sekadar sedikit keuntungan. Namun, mereka rela hati mengorbankan waktu dan menahan kantuk untuk menyaksikan semuanya.Di sisi lain, ketika Allah ta’ala memerintahkan kita untuk shalat malam, sangat sedikit yang tergugah untuk melakukannya. Padahal shalat malam lebih jelas pahalanya, dan sangat banyak manfaatnya. Tidak sebanding dengan menonton bola.

Ibadah adalah sesuatu yang sangat agung dan begitu tinggi manzilah (kedudukan)nya di sisi Allah azza wajalla. Ia mempunyai keutamaan yang begitu istimewa, di antaranya:

1. Puncak kecintaan dan keridhoan Allah subhanahu wata’ala ada pada ibadah. Allah azza wajalla telah menciptakan jin dan manusia untuk hikmah ibadah kepada-Nya semata. Allah subhanahu wata’ala berfirman (yang artinya):
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.(QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

Dalam sebuah hadits Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا.
“Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala ridho terhadap kalian pada tiga hal dan murka kepada kalian pada tiga hal, Dia ridho terhadap kalian dengan kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun…. (HR. Muslim: 3236 – Maktabah Syamilah)

2. Dengan ibadah, Allah subhanahu wata’ala telah mengutus seluruh rasul-Nya. Allah azza wajalla berfirman (yang artinya):

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Aku, maka ibadahilah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. al-Anbiya’ [21]: 25)

3. Allah subhanahu wata’ala menjadikan ibadah sesuatu yang lazim (harus) ditunaikan oleh rasul-Nya sampai datang kematiannya dan dengan ibadah itu pula Allah telah menyifati para malaikat-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (yang artinya):

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk mengibadahi-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. (QS. al-Anbiya’ [21]: 19–20)

4. Allah azza wajalla menyifati makhluk-makhluk pilihan-Nya dengan ubudiyyah(penghambaan diri dengan ibadah kepada-Nya, di mana Allah menyebut mereka dengan sebutan abdun atau ibadun yang berarti hamba yang beribadah kepada-Nya), Allah menyebut kaum mukminin yang bertaqwa dengan hamba dan mencela mereka yang sombong lagi congkak yaitu yang enggan beribadah kepada-Nya.

Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. al-Furqon [25]: 63)

5. Allah azza wajalla menyifati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam rasul-Nya yang paling utama dengan sebaik-baik keadaannya, yaitu sebagai seorang hamba bagi-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…. (QS. al-Isro’ [17]: 1)
Bahkan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam pun sangat bangga dengan apa yang Allah sebutkan buat diri beliau dengan bersabda:

لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
“Janganlah kalian berlebihan dalam menyanjungku sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa putra Maryam, aku hanyalah hamba-Nya, sebutlah aku ini hamba Allah dan rasul-Nya.” (HR. al-Bukhori: 3189 – Maktabah Syamilah)

Bila demikian keutamaan ibadah, dan bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai imam para nabi dan rasul, manusia terbaik pilihan Allah subhanahu wata’ala bangga menghambakan diri kepada Allah azza wajalla dengan beribadah kepada-Nya, selayaknya manusia seperti kita ini lebih bangga dengan beribadah kepada Allah semata dan sudah sepatutnya kita senantiasa lebih mengutamakan ibadah ketimbang menonton bola. Jadi luangkanlah waktumu untuk beribadah selagi engkau menonton bola. Semoga bermanfaat.

Sumber : http://majalahsakinah.com, https://konsultasisyariah.com,https://rumaysho.com, https://alghoyami.wordpress.com

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s