Cerpen Islami ( from kisah israiliat)

kisah ini diambil dari kisah izrailiat/ kisah2 dari bani israil zaman dahulu,
dalilnya yaitu dari hadist yang mutawatir, rasulullah bersabda
” ceritakanlah pada kalian tentang kisah-kisah bani israil dan itu tidak apa-apa.”
dari hadis ini kita tidak boleh mendustakan kisahnya walaupun dari orang bani israil, dan kita juga tidak boleh membenarkannya. kita umat muslim hanya mengambil hikmahnya. oleh karena itu para ulama berargumen bahwa itu hanyalah kisah, dan bukan menetapkan hukum atau syariat.
kisah ini diambil dari seorang ulama yang bernama wahab bin munabih yang mengisahkan tentang seorang ahli ibadah dikalangan bani israil, kemudian kisah ni di jadikan cerita pendek oleh salah satu siswa SMA N 1 Yogyakarta
simaklah kisahnya:

BISIKAN

Sore hari yang indah, matahari berwarna orange di mulai menurun di sebelah barat, udara terasa dingin dan sepoi-sepoi sambil melihat rerumputan hijau yang melambai-lambai terkena angin, melihat tanah lapang hijau yang luas seperti melegakan hati, dan merenungi kebesaran Allah subhanahuwata’ala, dengan berdzikir seperti apa yang telah diajarkan oleh utusannya. Ada laki-laki seorang Ahli Ibadah dikala itu, orang-orang mengenalnya karena seringnya dia menjaga gubuk kecilnya untuk beribadah, dan setiap orang yang lewatpun dia sapa dengan keramahannya, yang menunjukkan kebaikan akhlaknya. Setiap hari dia menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bermu’amalah baik pada masyarakat. Ketika Zaman itu sering terjadi peperangan antara kerajaan Jazurah kerajaan yang menguasai daerah Bukhara tempat tinggal Ahli Ibadah tersebut, melawan kerajaan dari negeri China yang ingin menguasai tempat itu. Ketika kerajaan Jazurah diserang oleh kerajaan dari china tersebut raja Jazurah yaitu raja dzulkarnain pun mengutus semua pasukan dan penghuni seluruh kerajaan yang wanita pun di ungsikan, ketika itu raja dzulkarnain mengutus 3 orang pemuda hunain daerah pinggiran kota bukhara yaitu daerah dekat gubuk Ahli Ibadah tersebut, ketiga pemuda ini pun menghadap raja dzulkarnain, mereka memasuki kerajaan diantarkan para penjaga kerajaan dan dituntunkan mereka bertiga hinga sampai dihadaan sang raja.

“Semoga Allah memberikan keselamatan pada kalian, sesungguhnya kalian adalah hamba-hamba Allah yang dipilih untuk berjihad dijalannya, dan merupakan kewajiban kita, bagaimana pendapat kalian bertiga untuk ikut perang bersama kami?”

anak paling sulungpun berkata untuk menjawab raja

“ wahai seorang amir, sesungguhnya kami bertiga ini adalah saudara, dan kami adalah orang yatim piatu, sehari-hari kami berjuang untuk bertahan hidup mencari karunia Allah subhanahuata’ala, dan kami tidak bsa mengelak dari perintah berperang, karena itu memang tugas- seorang laki-laki seperti kami, akantetapi kami memiliki seorang saudara perempuan yang masih perawan dan selalu kami jaga, dan kami bingung, tidak tau harus menitipkannya pada siapa.”

“Titipkanlah adekmu tersebut pada seorang ahli ibadah yang terpercaya dan baik akhlaknya yang bertempat tinggal didaerah pinggiran kota Bukhara ini, dekat dengan daerah kalian berasal, dia adalah ahli ibadah satu-satunya yang dapat kalian percayai ketika saat ini, dia memiliki sebuah gubuk, dan tidak mungkin musuh akan sampai ke daerah tersebut.”

ketiga pemuda pun mulai menuruti perintahnya dan mulai mengajak saudara perempuannya untuk dititipkan kepada ahli ibadah tersebut. Ketika merek sampai digubuk tersebut seorang Ahli ibadah tersebut menghampiri mereka dan berbincang, dan para pemuda tersebut memohon dengan sangat pada ahli ibadah untuk menjaga saudara perempuannya tersebut, salah seorang dari ketiga pemuda tersebut berkata.

“Semoga Allah memberikan keselamatan padamu, wahai seorang yang ‘alim, sesungguhnya kami telah diseru untuk berperang, untuk menggugurkan kewajiban kami, tidaklah bisa kami berangkat karena kami memiliki saudara saudara perempuan, dan tidak ada seorangpun yang tersisa didaerah kami, untuk dititipkannya saudara kami, dan kami percaya bahwa engkau dalah orang yang pantas untuk menjaganya mulai dari awal kita berperang hingga akhir kita berperang.”

Pada awalnya Ahli ibadah itu spontan mengatakan.

“Sungguh, aku berlindung pada Allah atas kalian dan saudara perempuan kalian, dan sungguh tidak akan pernah aku terima seorang yang tidak halal bagiku untuk tinggal bersamaku.”

“sungguh jika kami menitipkan saudara perempuan kami pada orang lain selain engkau, kami sangat takut jika saudara perempuan kami diperlakukan dengan dilecahkan, dan jika itu terjadi siapakah yang berdosa? Dan kami percaya bahwa engkau akan amanah menerima amanah ini hingga kami kembali dari perang kami.”

Terus menerus para pemuda itu menggedor Ahli ibadah tersebut dan akhirnya Ahli ibadah tersebut mau untuk menjaga saudara perempuan mereka, sampai selesai erang tersebut.Akan tetapi Ahli ibadah ini menempatkan perempuan tersebut di tempat yang terpisah dengan ahli ibadah dan tidak satu rumah dengannya. Akhirnya tinggallah wanita tersebut didalam rumah disamping gubuk peribadatan Ahli ibadah tersebut. Setiap harinya Ahli ibadah ini meletakkan makanan dan minuman untuk wanita itu hanya ditaroh didepan pintu rumah Ahli ibadah tersebut, sama sekali tenpa melihatnya, kemudian wanita itu keluar dan mengambil makanan dari Ahli ibadah ini didepan pintu ahli ibadah tersebut setiap harinya, terus menerus seperti itu, hingga Iblis Laknatullah’alaih laknatullah’alaihpun datang. Kemudian Iblis Laknatullah’alaih pun membisikkan sesuatu pada Ahli ibadah tersebut. Untuk pertamanya Iblis Laknatullah’alaih membisikan sebuah sanjungan dan dukungan pada hati ahli ibadah tersebut.

“jika engkau meletakkan makanan dan minuman dengan menarohnya didepan rumah wanita tersebut, sungguh itu lebih baik dari pada hanya meletakkan makanan dan minuman di depan pintu gubukmu.” Kemudian Iblis Laknatullah’alaih membisikan lagi di dalam hati Ahli ibadah tersebut,

“sesungguhnya sangatlah bahaya ketika wanita itu keluar untuk mengambil makanan yang ada didepan gubuknmu dan jikalau ada seseorang pria yang lewat dan melihat wanita itu keluar sedang berjalan menuju gubukmu dengan kecantikannya dan pria yang lewat tertarik dengannya, kemudian ingin memiliki wanita tersebut, itu adalah suatu bahaya.”

Ahli ibadah tersebut langsung menolak pemikiran-pemikiran tersebut yang tiba-tiba muncul didalam pikirannya untuk yang pertama kalinya. Kemudian Iblis Laknatullah’alaih datang lagi dan membisikan hal yang sama pada Ahli ibadah untuk yang kedua kalinya, dan ketiga kalinya, dan Ahli Ibadahpun selalu menolak pikiran-pikiran buruk tersebut, akan tetapi Iblis Laknatullah’alaih terus-menerus membisikan suatu hal yang sama tersebut hingga Akhirnya Ahli ibadah tersebut menuruti pikirannya, dan akhirnya beranggapan bahwa itu adalah hal yang baik dan dia mulai melakukannya. Kemuadian pada hari berikutnya Dia Ahli ibadah mulailah keluar dan menaroh makanan didepan rumah wanita tersebut, setiap hari seperti itu, hingga datanglah Iblis Laknatullah’alaih lagi dan membisikan sesuatu ke dalam hatinya, dengan sanjungan-sanjungan,

“sungguh perbuatanmu itu adalah perbuatan yang mulia, akan tetapi jika engkau meletakkan makanan kedalam rumahnya, itu jauh lebih baik daripada jika dia harus mengambil didepan pintu rumahnya tersebut, jikalau ada pria lewat ketika wanita itu nongol mengambil makanan, dan pria itu tertarik, maka itu bahaya.”

Ahli ibadah tersebut menolak lagi pemikiran-pemikiran tersebut. Kemudian Iblis Laknatullah’alaih datang lagi dan membisikan hal yang sama pada Ahli ibadah untuk yang kedua kalinya, dan ketiga kalinya, dan Ahli Ibadahpun selalu menolak pikiran-pikiran buruk tersebut, akan tetapi Iblis Laknatullah’alaih terus-menerus membisikan suatu hal yang sama tersebut hingga Akhirnya Ahli ibadah tersebut menuruti pikirannya, dan akhirnya beranggapan bahwa itu adalah hal yang baik dan dia mulai melakukannya. Dan ahli Ibadah inipun mulai melakukannya, dengan mengantarkan makanan dan minuman setiap harinya kedalam rumah wanita tersebut, sehingga wanita itu tidak perlu lagi keluar rumah untuk mengambilnya, dan terus-menerus seperti itu. Dan datanglah Ibls Laknatullah’alaih yang membisikkan dalam hati Ahli ibadah tersebut, dan Iblis masih menyanjungnya lagi,

“ sunguh sangat mulia perbuatanmu, akan tetapi jika engkau menyapa wanita itu dan berbincang-bincang menanyakan kabar ketika engkau mengantarkan makanan kedalam rumahnya itu jauh lebih baik dan pasti dia lebih senang , karena mungkin wanita itu butuh sapaan karena kesepian, dan itu lebih baik dari pada hanya dengan memberikan kebutuhan pangannya, dan itu sangatlah masuk diakal.”

Ahli ibadah tersebut menolak lagi pemikiran-pemikiran tersebut. Kemudian Iblis Laknatullah’alaih datang lagi dan membisikan hal yang sama pada Ahli ibadah untuk yang kedua kalinya, dan ketiga kalinya, hingga Akhirnya Ahli ibadah tersebut menuruti pikirannya, dan akhirnya beranggapan bahwa emberikan ketenangan pada orang lain itu adalah hal yang masuk diakal dan baik kemudian dia mulai melakukannya. Dan dia mulai melakukannya, Ahli Ibadah ini mulai melakukannya, dia mengantarkan makanan kedalam rumahnya, dan dia mulai menyapa wanita itu dan menanyakan kabar, akhirnya Ahli Ibadah ini mulai memandang wajahnya dan melihat kecantikan wanita tersebut, yang sangat cantik. Mulai dari sini peluang Iblis Laknatullah’alaih untuk menjerumuskan Ahli Ibadah tadi mulai terbuka lebar, mata sang Ahli Ibadah ikut berperan dalam menancapkan anak panah beracun Iblis Laknatullah’alaih yang sangat berbahaya kedalam hati Ahli Ibadah tersebut. Kemudian perbincangan Ahli Ibadah dengan wanita tersebut dari hari ke hari semakin panjang, dari yang awalnya hanya menanya kabar mulai menyebar dan meluas menjadi pertanyaan-pertanyaan yang semakin dalam. Dan lama kelamaan mulai terpikatlah hati Ahli Ibadah ini terhadap kecantikan wanita itu hingga akhirnya menzinainya. Dan wanita itupun hamil, sampai melahirkan seorang anak, mulailah Ahli ibadah itu gugup dia telah terjerumus kedalam dosa besar yaitu berzina, mulai dari langkah langkah kecil, dari mulai pekerjaan yang dianggap mulia hingga berujung pada zina. Ketika anak itu telah lahir semakin bingunglah Ahli Ibadah ini, dan Iblis Laknatullah’alaih mulai mambisikannya lagi,

“Jika ketiga saudara laki-laki wanita itu datang dan melihat anak ini, maka mereka pasti akan memenggalmu, maka bunuhlah anak ini dan bungkam si wanita tersebut.”

Ahli ibadah menolak pemikiran tersebut. Kemudian Iblis Laknatullah’alaih datang lagi dan membisikan hal yang sama pada Ahli ibadah untuk yang kedua kalinya, dan ketiga kalinya, step by step hingga Akhirnya Ahli ibadah tersebut menuruti pikirannya. “

Daripada aku malu dan para saudara wanita itu memenggalku mending aku bunuh saja anaknya kemudian aku akan bertaubat.” pikirnya, kemudian Dia mulai membunuh anak tersebut dan dia kuburkan dan kemudian wanita itu di bungkamnya. Ahli Ibadahpun merasa lega untuk sementara. Tanpa sadar dia terjerumus kedalam dosa yang lebih besar daripada dosa yang pertama, yaitu membunuh dosanya lebih besar daripada berzina. Kemudian datang lagi Iblis Laknatullah’alaih, dan membisikkan pada hati Ahli Ibadah tersebut,

“Ibunya belum tentu tutup mulut dan diam suatu saat ketika ketiga saudaranya telah pulang dengannya dan menceritakan kejadian yang sebenarnya bagaimana nasibmu, maka bunuhlah juga ibunya.”

Ahli ibadah jelas menolak pemikiran itu. Kemudian Iblis Laknatullah’alaih datang lagi dan membisikan hal yang sama pada Ahli ibadah untuk yang kedua kalinya, dan ketiga kalinya, hingga Akhirnya Ahli ibadah tersebut menuruti pikirannya, dan akhirnya beranggapan bahwa itu adalah hal yang baik dia dapat beralasan pada ketiga saudara laki-laki wanita itu bahwa wanita itu terserang penyakit dan mati, pasti mereka akan percaya karena dia adalah seorang Ahli Ibadah yang dipercayai akan amanahnya, pikirnya. Kemudian dia mulai membunuh wanita itu kemudian menguburkannya ditempat yang sama pada kuburan anaknya tersebut. Tanpa sadar Ahli Ibadah tersebut telah membunuh 2 nyawa, bermula dari menolong dibisiki oleh bisikan seolah-olah itu adalah nasihat, padahal itu menjerumuskan dalam dosa yang sangat besar.

Setelah semua kejadian itu berlalu tenanglah hati Ahli Ibadah ini, dan kemudian ketiga saudaranya pulang dari medan perang danmenemui ahli ibadah ini untuk menjemput kembali saudara wanitanya. Dan ahli ibadah inipun beralasan bahwa saudara mereka telah meninggal karena penyakit keras, dan menunjuk kekuburan wanita itu. Dan ketiga pemuda ini percaya padanya karena dia adalah Ahli Ibadah. Kemudian ketiga pemuda ini kembali ke kampung asal mereka. Pada suatu saat di suatu malam, Iblis datang pada mimpi ketiga pemuda tersebut, dan ketiga-tiganya bermimpi yang sama pada malam itu, didalam mimpi ketiga pemuda itu mereka melihat seorang laki-laki musafir yang datang dan bertanya pada mereka tentang saudara perempuannya,

“bagaimana saudara wanita kalian?” dijawab sudah mati, “mengapa?” “Karena sakit keras”,” coba digali kuburannya, apakah benar seperti itu. Bisa saja saudara wanitamu mati dibunuh karena dia dihamili Ahli Ibadah tersebut dan melahirkan anak.”

dan kemudian keesokan harinya ketiga pemuda ini saling bercerita dan mengatakan mimpi yang sama, mereka sepakat untuk berangkat menemui Ahli Ibadah tadi kemudian menggali kuburannya. Bertemulah mereka dengan ahli ibadah tadi dan menggali kuburan saudara wanitanya, dan ditemukan ada 2 jasad, dan mereka semakin yakin akan mimpi mereka, kemudian mereka bertiga bersepakat untuk memenggal Ahli Ibadah tersebut, ketika pedang akan dihunuskan pada Ahli Ibadah itu, Iblis Laknatullah’alaih datang menampakkan wujud aslinya di depan mata Ahli Ibadah,

tersebut dan berkata,

“sujudlah padaku, aku akan menyelamatkanmu dari hukuman para pemuda itu.”

Ahli ibadahpun langsung percaya karena dalam kondisi yang genting, memikirkan cara untuk menyelamatkan diri, dan kemudian dia sujud dihadapan Iblis Laknatullah’alaih, dan terpenggallah dia diatas kesyirikan. Yang kesyirikan itu aalah sebesar-besar dosa, dan dia masuk dalam neraka.

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s