Amalan-amalan Ketika Hujan Turun Teladan Weekly #8

Assalamu’alaikum teman-teman

Untuk episode perdana teladan weekly tahun ajaran ini kita membahas tentang amalan yang dapat dilakukan saat hujan turun, berhubung sekarang sedang musim hujan

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الأرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى

 إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39). Itulah hujan, yang dikaruniakan dari allah untuk kehidupan mahluknya, tidak akan allah membiarkan mahluknya hidup tanpa rizkinya. Salah satu mahluk allah adalah manusia, dan berikut inilah amalan-amalan ketika hujan yang di contohkan Rasulullah untuk kita umatnya.

[1] Mensyukuri Nikmat Turunnya Hujan

Hujan adalah suatu nikmat yang besar, apalagi kita adalah muslim yang berada di Indonesia, salah satu daerah yang banyak dikaruniai hujan yang tidak terdapat di belahan bumi lainnya. Dari hujan tersebut sangat banyak manfaat seperti tersaringnya debu diudara, suburnya tanah, dan sumber air yang diturunkan dari langit, sebagai hamba Allah yang senang tiasa menaati rasulullah, kita dapat mengamalkan amalan-amalan ketika hujan turun, walaupun amalan ini sering disepelekan, akan tetapi inilah sempurnanya agama islam yang mencangkup seluruh kehidupan manusia. Dan apabila Allah memberi nikmat hujan, dianjurkan bagi seorang muslim dalam rangka bersyukur kepada-Nya untuk membaca do’a,

اللَّهُمَّصَيِّباًناَفِعاً

“Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].”

Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّالنَّبِىَّصلىاللهعليهوسلمكَانَإِذَارَأَىالْمَطَرَقَالَ « اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً »

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. Do’a tesebut juga dapat menyadarkan kita sebagai  manusia untuk mensyukuri nkmat dai Allah, yang manusia tidak bisa membuat hujan yang menghujani seluruh mahluk Allah. Itulah keterbatasan kita sebagai mahluk Allah.

[2] Janganlah Mencela Hujan

Sungguh sangat disayangkan sekali, setiap orang sudah mengetahui bahwa hujan merupakan nikmat dari Allah Ta’ala. Namun, ketika hujan dirasa mengganggu aktivitasnya, timbullah kata-kata celaan, “Aduh!! hujan lagi, hujan lagi”.

Perlu diketahui bahwa setiap yang seseorang ucapkan, baik yang bernilai dosa atau tidak bernilai dosa dan pahala, semua akan masuk dalam catatan malaikat. Allah Ta’ala berfirman,

مَايَلْفِظُمِنْقَوْلٍإِلَّالَدَيْهِرَقِيبٌعَتِيدٌ

”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50] : 18)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّالْعَبْدَلَيَتَكَلَّمُبِالْكَلِمَةِمِنْرِضْوَانِاللَّهِلاَيُلْقِىلَهَابَالاً،يَرْفَعُاللَّهُبِهَادَرَجَاتٍ،وَإِنَّالْعَبْدَلَيَتَكَلَّمُبِالْكَلِمَةِمِنْسَخَطِاللَّهِلاَيُلْقِىلَهَابَالاًيَهْوِىبِهَافِىجَهَنَّمَ

“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam. Dari dalil tersebut juga peringatan untuk kita berhati-hati ketika berucap, walaupun dalam keadaan apapun, berucap jelek sama sekali takkan mendatangkan manfaat bagi pengucapnya, justru menjadi dosa. Jadi sebgai seorang muslim marilah kita berhati-hati dalam mengarungi setiap sisikehidupan di dunia ini.

 [3] Turunnya Hujan, Kesempatan Terbaik untuk Memanjatkan Do’a

 hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِمَاتُرَدَّانِالدُّعَاءُعِنْدَالنِّدَاءِوَتَحْتَالمَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” Setelah hujan reda kita juga dianjurkan mengucapkan ‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah) sebagai tanda syukur atas nikmat hujan yang diberikan. Apa beratnya melakukan amalan satu ini, apalagi amalan satu ini sangat bermanfaat akan terkabulnya do’a kita.

 

[4] Ketika Terjadi Hujan Lebat

Text Box: Ketika Wudhu , Kenapa Harus Menghirup Air (istimsak) ?<br /><br />
Pintu masuk kotoran ke dalam tubuh, salah satunya adalah melalui lubang hidung. Berbagai kotoran dan debu yang beterbangan dan tak terlihat oleh mata, dapat terhirup masuk ke dalam hidung. Apalagi dengan polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. Hal itu dapat menyebabkan kesehatan terganggu. Karena itu, sebaiknya kita senantiasa menjaga kebersihan hidung dengan cara membersihkannya menggunakan air, yaitu memasukkannya (menghirup) ke dalam hidung kemudian dikeluarkan kembali. Jika kita menyempurnakan wudhu kita dari mentaati perintah rasulullah adalah suatu hal yang bermanfaat untuk kehidupan kita di dunia dan di akhirat, seperti hal yang sering kita sepelekan seperti istimsak yang juga menyehatkan diri kita adalah salah satu petunjuk untuk hidup sehat di dunia.</p><br />
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah

 [5] Dianjurkan Berwudhu dengan Air Hujan

Tahukah antum?

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s