Buletin Spesial UKK 4 Juni 2012

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu ‘alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Hari Senin kita akan menghadapi ujian. Bukan ujian karena diputusin pacar, kehilangan duit, atau berantem sama teman. Tapi ujian kenaikan kelas! Seolah hasil belajar pelajaran formal selama 2 semester terakhir ditagih oleh guru. Efeknya pun beraneka ragam. Ada yang semangat, malas, nyantai, bahkan galau. Yang jelas, ujian itu adalah sebuah pilihan dan pembuktian. Dalam buletin kali ini, kita akan membahas beberapa hal mengenai ujian.

1st : Sanggupkah aku?

Ini dia rasa pesimis yang biasa menghajar kaum muda. Padahal, ketidakyakinan terhadap diri itu bisa membuat kita menyerah sebelum menghadapi masalah. Seolah merasa Allah memberi cobaan lebih dari yang disanggupi diri. Padahal Allah berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya….” (QS Al-Baqarah: 286)

Nah, Allah aja sudah memberi pesan bahwa apa yang dibebankan itu tidak akan melampaui kesanggupan kita. Apa kita mau enggak percaya pesan dari Allah? Santai aja lah, Insyaallah kita semua bisa dapat nilai bagus kok. Toh nilai akhir kan urusan Allah, tugas kita hanya berusaha dengan belajar.

2nd : Belajar biar bisa dapet undangan!

Perjalanan menuju jenjang kuliah masih panjang. Tak ada yang tahu skenario Allah satu atau dua tahun kedepan. Sukses enggak sukses itu juga urusan Allah kawan. Sekeras apapun kita belajar, sangat mudah bagi Allah untuk membuat kita gagal. Simpelnya, kita cukup berusaha sungguh-sungguh, dan berikhtiar setelahnya.

Oh ya, hati-hati lho kalau kita niat belajar hanya untuk masalah masa depan kita di dunia. Allah Ta’ala berfirman:

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya (saja -pen), niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh  apa-apa di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Huud: 15-16)

Enggak mau rugi kan? Jadi mari kita luruskan kembali niat kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang disayangi Allah dan selalu diberi kecukupan.

3rd : Nunggu keberuntungan aja.

Orang pintar tetap akan kalah dengan orang beruntung! Keberuntungan memang luar biasa, tetapi adalah hal bodoh jika hanya menunggu keberuntungan tanpa udaha. Nyaris mustahil seseorang yang tak mau belajar tiba-tiba mendapat keberuntungan menjadi jenius. Kita harus tetap belajar kawan, jangan hanya mengandalkan keberuntungan saat ngawur jawaban. Tetapi, Allah sudah memberi kita sebuah tips agar kita masuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung nih. Allah berfirman:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Al-Imron: 104)

Nah, ternyata cara masuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung adalah mengajak kepada hal yang mendekatkan kepada Allah dan mencegah dari hal yang dapat menjauhkan diri dari Allah.

4th : Sekali-kali nyontek aja gak papa kan?

Berkomitmen buat nyontek? Istighfar kawan. Meskipun niatan untuk melakukannya hanya untuk sekali ini saja, hati-hati kawan. Bisa saja nantinya malah kecanduan. Menurut hukum psikologi, sekali saja kita menyerah untuk tidak mencontek, maka dibutuhkan energi dua kali lipat untuk menahan diri agar tidak mencontek di ulangan berikutnya. Ingat juga kawan, Allah Maha Melihat. Apakah kita tidak malu membuat Allah, tuhan kita, cemburu melihat kita berbuat maksiat? Di dalam Ash-Shahih disebutkan dari hadits Abu Salamah, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan sesungguhnya orang Mukmin itu cemburu. Kecemburuan Allah ialah jika hamba melakukan apa yang diharamkan-Nya.”

Tapi memangnya nyontek itu haram (berdosa)? Kan enggak mencuri, enggak bohong, juga enggak merugikan orang lain kan? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

“Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.” (HR Muslim no 2553)

Kalau definisi kejelekan adalah yang menggelisahkan jiwa dan pekerjaan yang kita tidak sukai apabila diketahui banya orang, maka kita semua pastinya tahu apa hukum mencontek.

5th : Berdo’a

            Berdo’a adalah satu-satunya usaha yang masih dapat dilakukan setelah ujian selesai. Berdo’a kepada Allah SWT tentunya. Siapa sih yang gak butuh pertolongan Allah? Gak ada, semua butuh. Yakin deh. Oleh karena itu, Allah memerintahkan manusia untuk berdo’a dan meminta hanya kepada-Nya. Allah berfirman :

Dialah Yang hidup kekal, tiada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia; maka berdoalah kepada-Nya dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. (Al-Ghâfir : 65).

Berdo’a merupakan ibadah juga lho, dan bahkan dianjurkan. Asalkan cara dan niat berdo’a nya sesuai tuntunan syar’i. Lalu, apa hubungannya berdo’a sesudah ulangan dengan nilai bagus? Secara langsung, tidak ada. Tetapi dengan berdo’a, kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dengan begitu, Allah akan bertambah menyayangi kita. Dengan begitu, bisa saja, jika Allah berkehendak, do’a kita akan dikabulkan.

Selain itu, berdo’a setelah selesainya ujian, dapat meningkatkan kebarokahan nilai. Barokah itu apa sih? Barokah itu artinya bertambah dan berkembangnya kebahagiaan dan kebaikan yang banyak. Walaupun nilainya ada angka 1, 0 dan 0, ya 100, kalau tidak barokah, nilai sempurna tersebut tidak akan membawa kebaikan dan kebahagiaan kepada pemiliknya. Misalnya saja, karena nilai sempurna, seorang murid lompat dari tangga. (maaf, gak pas). Oke, diganti. Misalnya karena nilainya yang sempurna, seorang murid menjadi takabur (salah satu sifat yang paling dibenci Allah lho yaitu mendustakan nikmatnya) dan menjauh dari Allah SWT. Nah, seperti itulah yang ditakutkan.

Nah, mungkin hanya ini saja yang dapat disampaikan oleh selembar kertas. Marilah kita berusaha dan yakin jika kita bisa, serta serahkan hasil akhir pada yang Maha Kuasa. Juga jangan sampai hanya mengejar kehidupan dunia saja. Apalagi hanya menunggu keberuntungan untuk kehidupan dunia saja. Oh ya, kehidupan ini adalah tentang pilihan. Kita bebas memilih untuk menjadi seperti apakah kita. Tetapi ingat, hidup hanya sekali dan jangan sia-siakan itu.

Jazakumullah atas waktu yang telah diluangkan, selamat berusaha.

Wassalamu ‘alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

NB: Afwan, untuk yang bagian keberuntungan, ternyata menurut beberapa tafsir yang disebut beruntung di situ hanya para sahabat. Afwan.

One thought on “Buletin Spesial UKK 4 Juni 2012

  1. Bagus-bagus.. Lebih bagus lg kalo kalian sbg rohis mencontohkan untuk tidak mencontek, bukannnya malah nyontek krn gk dong/ kepepet. Sama aja itu.

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s