Rasa Lelah Hanya Siklus, Lalui Saja

Tulisan ini hasil kutip mengutip (dengan secuprit editing) dari Rubrik Dirosat/Kajian Utama Majalah Tarbawi Edisi 256 Th 13.

Lelaki itu berlalu di hadapan Rasulullah. Sedang bekerja keras. Sangat nampak melawan lelah dan menggesa kesungguhan. Para sahabat yang melihatnya berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, sekiranya yang ia lakukan itu dinilai berjuang di jalan Allah?”

Maka Rasulullah menjawab, ” Kalau ia keluar rumah untuk kerja keras demi anaknya yang masih kecil, maka ia pejuang di jalan Allah. Jika ia keluar demi kedua orangtuanya yang renta, maka ia pejuang di jalan Allah. Jika ia keluar untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan demi menjaga kehormatan dirinya, maka ia pejuang di jalan Allah. Tapi jika ia keluar karena mengejar angkuh dan besar diri, maka ia berjuang di jalan syaithon.”

Satu rasa lelah bisa memiliki makna yang berbeda-beda. Bisa datang pada setiap kita, pada bermacam kesibukan, pekerjaan, dan jerih payah. Semua meniscayakan rasa lelah.

Sehebat apapun, kita tidak bisa menjangkau semua hal. Sepandai apapun, kita tidak bisa menguasai seluruh pengetahuan. Sekuat apapun, ada jeda dan istirahat yang harus kita ambil. Kita manusia, maka kita punya lelah.

Maka rasa lelah adalah siklus. Ia punya saatnya untuk menghampiri diri kita. Dan tak seorang pun dari kita yang benar-benar terbebas dari rasa lelah. Rasa lelah merupakan pusat kesadaran tentang betapa Allah Maha Sempurna karena Dia tak pernah lelah.

Rasulullah pun didera kelelahan dalam beratnya mengemban amanah kenabian. Namun beliau memenuhi perintah Allah untuk bangun dan bangkit keluar dari selimut.

Islam memetakan rasa lelah jauh sampai ke akhirat. JanjiNya dalam al Quran, orang-orang yang beriman akan dimasukkan ke dalam surga dan dibebeaskan dari rasa lelah.

Kesuksesan di bidang dan dalam hal apapun selalu didahului rasa lelah. Kebahagiaan tidak akan dicapai tanpa merasakan kelelahan, susah payah, dan memberikan kesungguhan terlebih dahulu.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang selalu diberi kemudahan melalui siklus-siklus kelelahan itu, untuk mewujudkan cita dan harapan kita.


http://antivetsin.wordpress.com/2011/08/15/rasa-lelah-hanya-siklus-lalui-saja/

One thought on “Rasa Lelah Hanya Siklus, Lalui Saja

  1. Kami Perusahaan yang bergerak di bidang Konveksi,percetakan, Souvenir, Dll.Membuka Peluang kerja ( Lowongan Kerja ) seluas-luasnya Sebagai Marketing eksekutif dengan fasilitas pendukung.Syarat Laki-laki / perempuan,Muslim / Muslimah, bisa kerja tim, kemauan yang kuat untuk maju, tinggal JABODETA jika berminat Kirim e-mail : ant.corporation@yahoo.co.id / telp : 98305307 / 93074116.sumber: http://www.antcorpo.blogspot.com, untuk pendukung kami lampirkan produk-produk kami, Kami pun siap memberikan SPONSORSHIP Bagi kegiatan / acara.

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s