Lima Tanda Kesengsaraan

Bismillahirrahmanirrahiim

“Lima tanda kesengsaraan; hati yang keras, mata yang beku, rasa malu yang minim, terlalu memburu dunia, dan panjang angan-angan.” (Fudhail bin Iyadh)

Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan. Hati juga sumber kebahagiaan bila kita mampu membersihkannya dan menjaganya tetap bersih, namun sebaliknya dapat merupakan sumber bencana bila ternoda.

Hati yang keras karena menumpuknya dosa. Malas melakukan ketaatan dan amal kebaikan adalah salah satu tanda hati yang keras. “Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS At-Taubah:54). Sesungguhnya malas adalah perilaku setan. Bisa jadi tidak tersentuh oleh Ayat Al-Qur’an karena lalai dari membaca al-Qur’an serta mendengarkannya. Tidak tergerak dengan Ayat Kauniyah –peristiwa-peristiwa seperti kematian, sakit dan bencana— yang dapat memberikan pelajaran. Memandang kematian tanpa melihatnya sebagai nasihat dan pengingat. Hati yang keras disebabkan oleh kencintaan pada dunia dan lalu melupakan akhirat, kelalaian, kawan yang buruk dan mendekatkan pada maksiat serta terbiasa melakukan kemaksiatan dan kemungkaran itu sendiri.

Marifatullah atau mengenal Allah dapat menjadi hal yang membantu melunakkan hati. Kesadaran akan kebesaran Allah, keluasan nikmat, dan kuasa Nya. Mengingat maut, mengingat bahwa akan datang hari pertanggung-jawaban. Memperbanyak tilawah dan memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an, lebih-lebih bila diamalkan. Memperbanyak dzikir,mengingat Allah, dan istighfar. Mendatangi orang Shalih dan bergaul dengan mereka, orang yang akan menularkan semangatnya dan mengingatkan ketika lupa. Bercermin, instrospeksi diri dan melihat kekurangan diri. Menyadarinya dan senantiasa ingin memperbaiki diri.

Mata yang beku, membekukan air mata, akibat dari kerasnya hati. Beruntunglah orang yang dapat menangis karena takut kepada Allah atau terharu dalam agama, terkadang menangis juga bisa terjadi karena besarnya kasih sayang Allah dalam dada seseorang. Namun demikian, rugi rasanya jika air mata tumpah untuk hal-hal sepele dan tidak bernilai di sisi Allah SWT, sementara air matanya beku untuk agamanya.

Rasa malu yang minim. Rasa malu karena berbuat maksiat. Bukan rasa malu untuk melakukan kebaikan seperti malu berbusana muslimah, malu menghadiri sholat jama’ah, atau malu-malu sebagainya yang malah menjauhkan dari kebaikan. Malu yang sesungguhnya adalah takut untuk melakukan suatu keburukan dan malu untuk melakukan sesuatu yang dilarang Allah. Bila malu yang semacam ini tumbuh dalam diri seorang muslim, maka ia akan terhindar dari segala keburukan, senantiasa taat pada perintah Allah.

Benar bahwa manusia harus berusaha untuk yang terbaik dalam pekerjaannya, bekerja seperti dalam ‘bekerja lah engkau seakan-akan esok hari pasti datang’. Tapi bukan alasan untuk terlalu memburu duniawi karena kecintaannya pada dunia. Manusia yang terlalu cinta dunia, pikirannya akan dipenuhi urusan dunia hingga lupa akan akhiratnya. Seperti bekerja hingga sholatnya di akhir waktu atau bahkan lupa. Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan kekal.

Perasaan cinta dunia tadilah yang mendorong panjangnya angan-angan. Karena apabila seseorang mencintai dunia, ia akan selalu mengangan-angankannya. Seseorang yang panjang angan-angannya pada dunia, akan lupa pada kematian. Karena dunia telah membuatnya merasa tenteram. Sementara ketenteraman semacam ini hanyalah semu.

“Lima tanda kesengsaraan; hati yang keras, mata yang beku, rasa malu yang minim, terlalu memburu dunia, dan panjang angan-angan.” (Fudhail bin Iyadh). Semoga Allah menjauhkan kesengsaraan dari diri hamba-hambaNya.

 

Wallahu’alambisshawwab

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s