Jatuh Cinta Dengan Ciptaan-Nya

Banyak sekali bahasan mengenai merajut cinta di kala masih muda. Kenapa sih kok harus buru-buru booking dengan cara pacaran? Takut keduluan diambil orang ya? Kalau takut, lamar aja langsung. (frontal)

Mungkin pendapat di atas sudah sering kita dengar. Dan masalah cinta ke lawan jenis memang selalu aja enggak bikin bosen dibahas. Tapi bukankah kita tak perlu terburu-buru booking pasangan buat nikah. Hari ini cinta, sapa tahu 3 atau 4 tahun lagi sudah bosen. Bukankah kita tidak tahu bagaimana perasaan kita 3 atau 4 tahun lagi?

Gak perlu buru-buru ngrajut ikatan cinta deh. Kalau emang suka sama si dia yaudah suka aja, masalah jodoh kan udah ditentukan oleh-Nya kan? Masih iman kan dengan takdir Allah. Toh kalau ingin mendapat pasangan yang baik, Allah sudah memberi salah satu kuncinya dalam salah satu firmannya,

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji [pula], dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik [pula] …. (Annur: 26)

Dari ayat itu bisa disimpulkan, kalau ingin memiliki suami atau istri yang sholihah, maka kita harus mempersholih diri. Pokoknya jangan sampai meragukan janji Allah deh pokoknya.😀

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji. (Q.S.Al-Imran: 194)

Oh ya, jatuh cinta itu adalah fitrah, tapi jangan dijadikan sebuah fitnah. Jadi tahan dulu sampai siap menikah. Enggak perlu booking atau pacaran dahulu karena yang disunnahkan itu menikah. Bahkan Allah berfirman,

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

Selain itu, pacaran juga termasuk buang-buang waktu. Imam Syafi’I juga sudah mengingatkan bahwa, “Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak bisa mengendalikannya maka waktu itu akan menebasmu”.

Perlu diingat juga, jangan sok tau bahwa yang kita booking atau pacari saat masa remaja ini adalah yang terbaik untuk kita nikahi nanti. Kalau pun dia menurutmu adalah yang terbaik dan akhirnya keduluan orang lain, tak perlulah antum bersedih. Karena apa yang kita sukai belum tentu baik bagi kita,

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengatahui (Al-baqarah: 216)

Buat penambah semangat, sebelum saya akhiri tulisan ini, mari kita ingat kisah cinta Ali bin Abi Thalib ketika Fatimah sempat dilamar kedua sahabat Rasulullah. Kedua sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Sahabat yang sangat kuat imannya. Dialah Abu Bakar Shidiq. Orang yang menemani Rasulullah ketika hijrah. Orang yang sangat dekat sekali dengan Rasulullah. Sahabat yang satunya lagi yaitu Umar bin Khattab. Dialah orang yang mendapat gelar Al-Faruq. Orang yang bisa membedakan antara yang haq dan yang batil. Tapi itu kenyataannya, Ali-lah yang dijodohkan Allah dengan Fatimah putri tercantik Rasulullah, dan perlu diketahui, Ali gak pacaran dulu sama Fatimah lho. Gak perlu pegang-pegangan tangan dan pergi ke bioskop sebelum menikah. Mungkin juga bisa dibayangkan bagaimana perasaan Ali ketika Abu Bakar Shidiq atau Umar bin Khattab melamar Fatimah. Yang jelas, itulah kisah cinta yang begitu menginspirasi.


Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s