GIAT Teladan 1432H – Apalah Arti Seonggok Daging

Assalamualaykum Muslimin-Muslimah, Akhy dan Ukhty. Senin, 7 November 2011 silam anak-anak Teladan bekerja sama dengan warga  mengadakan acara rutin yang diadakan setiap tahun (atas sepengetahuan penulis) yang bernama GIAT (berkaitan dengan idul adha) . Acara  tersebut diadakan di dusun Gampingan, Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan RT 49 RW 11. Gampangane lor wetan SMA 1 Teladan. Di hari-hari raya tasyrik sekolah-sekolah lain mengadakan acara memasak untuk konsumsi pribadi, sedangkan SMA 1 malah mengadakan kegiatan sosial. Pancen ngeri og! Tapi kalau dihitung-hitung memang begitu pantasnya. “Banyak orang di luar sana yang kekurangan dalam urusan perut, mereka lebih membutuhkan daging”, pikir si penulis. “Karena kami dari SMA 1 ingin berbagi dengan warga yang masih kekurangan di sekitar lingkungan SMA 1.  Salah satu tujuannya untuk mengenalkan para siswa SMA1 arti apa itu berbagi,” ungkap Faisal, salah satu panitia GIAT dengan gaya cool sok-sokkan niru Sasuke. Belum pasti alasan mengapa GIAT tahun ini diadakan di dekat sekolah (penulis belum memastikan, mungkin untuk menghemat pengeluaran). Kata TOP Rider Teladan Ahmad Alvin Socialman mengenai sebab lokasi penyembelihan di RT49 RW 11, ”Saya memilih tempat ini karena pak erwe nya ada saat itu, jadi bisa dikonfirmasi. Erwe sepuluh itu bapaknya sibuuuk sekali. Makannya saya pilih erwe sini karena orangnya agak nge-slow. ‘Kan dia baik hati, ramah, tidak sombong, rajin menabung, suka beribadah… dst.” Total dana yang digunakan untuk membeli hewan-hewan kurban sekitar sebelas juta dollar. Sembilan setengah juta untuk satu ekor sapi dan sisanya digunakan untuk membeli beberapa ekor kambing. Beberapa alumni SMA 1 juga ikut mengurbankan kambing-kambing mereka.

Langsung saja menuju TKP.

Kala itu turun hujan. Tampak beberapa siswa sibuk mengurus izin dan lain sebagainya. Setelah selesai para siswa berangkat jam setengah sembilan pagi dari Teladan tercinta menuju lokasi diadakannya acara inti GIAT. Beberapa dari mereka mengendarai kendaraan sedangkan sebagian besar lainnya berjalan kaki. Kondisi jalanan yang becek hingga banjir ringan tidak menyiutkan nyali para siswa.

Begitu sampai, panitia langsung melakukan koordinasi. Lalu diadakan pembukaan. Dari pihak SMA 1 diwakili oleh Pak Syahrullah, guru agam Islam kita. Sedangkan dari pihak penerima hewan kurban diwakili oleh Bapak Saguh Hadi Prayitna selaku ketua RW 11 (cukup sulit untuk mengetahui nama beliau, bahkan mbak yang rumahnya dekat tempat penyembelihan nggak tahu nama pak erwe nya). Setelah dibuka, para bapak eksekutor mulai mempersiapkan senjata mereka.Ada yang panjang ada pula yang pendek. Tapi yang jelas tajam semua.

Sembako Muraaah😀

Anak-anak yang merupakan penduduk setempat tampak khidmat menonton serangkaian acara. Mereka tidak masuk sekolah dengan alasan akan menukarkan kupon dengan sembako murah. Penyembelihan dimulai pukul 9.15  dengan seekor sapi seberat 110kg sebagai sasaran pertama. Orang yang berkesempatan menghabisi si sapi ialah Pak Kaum. Dalam waktu yang sama diadakan briefing di dalam mushola Al-Ikhwan oleh Pak Bardi (ketua RT 49) dan belasan ekor siswasiswi – membahas masalah pengemasan dan pembagian daging sembelihan.

Selesai daging disembelih, lalu di bawa ke dalam mushola (mau disholatkan dulu). Lalu diproses oleh ibu-ibu warga setempat dibantu (direpotkan) oleh beberapa cewek Teladan. Sementara itu, di pendopo berlangsung penjualan sembako murah. Warga berduyun-duyun mendatangi tempat tersebut. Mereka tampak bahagia. Acara tersebut memang sangat menghibur. Oh ternyata masih ada warga sekitar pendopo yang tidak mendapatkan kupon sembako murah. Kasihan sekali.

Tiba waktu dhuhur, para peserta menghentikan aktivitas mereka dan menunaikan sholat. Selesai sholat mereka menyantap makan siang. Sebelumnya Pak Bardi sempat ribut mengenai urusan konsum, namun akhirnya konsum tetap tersedia dari warga dan dari sekolah (sama-sama gudheg, tapi lebih enak yang dari sekolah). Acara berikutnya adalah pembagian daging ke rumah penduduk door-to-door. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok agar lebih mudah dan cepat dalam membagikan daging. Setelah dilakukan pembagian daging mereka beristirahat sembari menunggu pengajian sore yang merupakan acara terakhir.

DOKUMENTASI : http://on.fb.me/si93W9

-V!-

 Departemen Media dan Jurnal POH Rohis Al-Uswah

2 thoughts on “GIAT Teladan 1432H – Apalah Arti Seonggok Daging

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s