Negara Mana Yang Paling Islami?

Seberapa jauh ajaran islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat muslim dlm kehidupan sosial dan bernegara?

Hasil penelitian S Rehman dan Hossein Askari, ternyata : Selandia Baru lah yg paling islami, no.2 Luxemburg. Arab Saudi no.131, Indonesia no.140, kalah jauh dari AS, no.25. (Komarudin Hidayat, Kompas 5 nop ’11, hal.6)

“Dlm penilaian itu, yg dinilai adalah bgmn ajaran agama itu dipraktikkan dlm kehidupan sehari-hari. Nah, kata Komarudin H, orang indonesia hanya bagus dlm ritual, nilai2 sucinya cuma diketahui, dihafal, tapi praktik hidup sehari-har nilai2 tsb dilupakan atau malah dibuang jauh2. Kalo dikatakan dg bhs yg keras, kategori masyarakat kita mungkin adalah ‘munafiqin’ (awas, gak usah dibilang, ‘byk jg yg tdk begitu’, sy jg sangat menyadarinya). Tapi fakta menunjukkan – kata penelitiannya S Rehman & Hossein Askari – nilai2 keislaman (jujur, ikhlas, tdk materialistis, berintegritas, jiwa mengabdi, dll) justru lbh byk dipraktikkan di negeri2 ‘kafir’ dibandingkan di negara2 muslim.” (Mas Nurhadi, KATY)

5 thoughts on “Negara Mana Yang Paling Islami?

  1. Bismillahirrahmanirrahim.

    Jangan asal menilai. Perhatikanlah, Tuhan mana yang disembah?!
    Inti ajaran Islam yang manusia banyak melalaikannya adalah Tauhid:

    Laa ilaaha illallaah (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah/diibadahi kecuali Allah).

    Kita lihat di Indonesia sendiri masih banyak penyimpangan keyakinan dalam hal ibadah/sesembahan. Sebagian mereka masih menyekutukan Allah dalam ibadah atau dalam keyakinan. Sebagian mereka shalat tetapi masih memberikan sajen atau berdoa kepada penghuni kubur.
    Sementara agama lain seperti Nasrani dan agama lainnya, mereka menyembah kepada makhluk (ciptaan) Allah, contohnya Nashrani menyembah Isa putra Maryam (Yesus) ‘alaihissalaam, Yahudi mengatakan ‘Uzair anak Allah, pemeluk Budha menyembah Sidharta Gautama. Begitu pula keyakinan-keyakinan yang salah dalam hal peribadahan. Subhanallah, Maha Suci Allah.

    Kita sebagai umat Muslim pun seharusnya tahu bahwa dosa terbesar adalah dosa menyekutukan Allah, yaitu mengadakan sesembahan yang lain selain kepada Allah. Dan pahala terbaik dan terbesar ada dalam ikhlas (memurnikan ibadah hanya kepada Allah atau tujuan hidup hanya mengabdi kepada Allah).

    Si “peneliti” ternyata tidak tahu prinsip ajaran Islam.
    Ajaran Islam tidak hanya mengatur urusan korupsi atau masalah ekonomi saja. Akan tetapi mengatur segala sisi kehidupan, dan yang paling utama serta yang pertama adalah Tauhid: Laa ilaaha illallah (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah).

    Sudah seharusnya kita waspada terhadap opini-opini yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, atau seolah-olah merendahkan umat Islam.

    1. Kami rasa bukan karena si peneliti tidak tahu prinsip ajaran Islam, juga bukan karena dia bermaksud merendahkan Islam. Menurut kami yang diteliti di sini memang bukan ketauhidan, melainkan nilai-nilai lain seperti kejujuran, semangat bekerja keras, keikhlasan, ketekunan, dan semacamnya (bukan nilai Islam seluruhnya). Islam juga mengajarkan nilai-nilai tersebut, dan seharusnya umat Islam pun menjalankan. Tapi faktanya? Kira-kira inilah yang hendak diteliti sang peneliti di atas, negara mana yang justru mengamalkan ajaran Islam yang satu ini.

      Misalnya, di atas dituliskan bahwa Selandia Baru disebut sebagai “paling islami”. Sekarang coba anda cari atau “googling” negara mana yang paling bersih dari korupsi. Ternyata selaras, ada lebih dari satu artikel yang menyatakan bahwa Selandia Baru adalah negera terbersih. Jika yang diteliti adalah Tauhid, jelas sekali negara non-muslim kalah karena hanya Islam yang berTauhid.

      Contoh lain, tentu anda pernah mendengar ajaran “Kebersihan sebagian dari iman.” Lalu berdasarkan kesaksian seorang muslim di Jepang, katanya orang kafir Jepang itu lebih bersih daripada muslim Jepang. Nah, menurut penelitian ini, orang kafir Jepang tersebut lebih “islami” daripada muslim Jepang.
      Semoga jawaban kami dapat dipahami.

  2. (jujur,ikhlas, tidak materialistis etc sebenarnya juga merupakan nilai yang universal, dalam diskusi dikaty juga endingnya…bahwa untuk mengetahui islami sebuah negara auat tidak…adalah bingkai tauhid yang menyertai nilai-nilai universal tersebut….ya karena obyek penelitiane gak jelas apakah semua penduduk muslim yang hidup dibeberapa negara atau kah respondennya itu acak tanpa memeprhatikan masalah agam yang dianutnya…secara responden saja lom jelas je…heheheh…

    1. Mungkin ada perbedaan pemahaman kata “Islami” antara anda dengan peneliti. Kami rasa peneliti di atas memang membatasi hanya nilai universal (yang juga diajarkan oleh Islam) saja yang dia teliti, dan inilah hasilnya. Sedangkan nilai ketauhidan memang sengaja tidak diikutsertakan karena si peneliti melakukan pembatasan tadi (dan pembatasan masalah adalah sudah biasa dalam penelitian).

      Sementara ini kami tidak memiliki laporan lengkap penelitiannya, sehingga tidak dapat kami cantumkan.

      Semoga jawaban kami dapat dipahami.

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s