Do’a tak dikabulkan, tak berarti Allah tak sayang

Dengan nama Allah yang Maha Agung, yang mempunyai segalanya dan demi zat yang Maha Mengabulkan permintaan hamba-hambanya yang ia kehendaki.

Banyak kita temui orang-orang yang diberikan ni’mat oleh Allah namun tidak pernah bersyukur. Pernah juga kita temui orang-orang yang senantiasa berdo’a kepada Allah, namun kadang do’anya tidak dikabulkan oleh Allah Azza wa Jal. Tapi mengapa orang yang selalu berdo’a kepada Allah kadang do’anya tidak terkabul? Apakah memang tidak manjur atau Allah tidak mau mengabulkan do’a hambanya yang senantiasa berdo’a? Masyaallah, tentu saja tidak.

Sebelumnya mari kita membahas tentang syarat-syarat dikabulkannya do’a.

  • Yang pertama tentu saja ikhlas

Abdur rahman ibnu Yazid berkata,

كان الربيع ياتى علقمة يوم الجمعة فإذا لم أكن ثمة ارسلوا إلى فجاء مرة ولست ثمة فلقينى علقمة وقال لي ألم تر ما جاء به الربيع قال ألم تر أكثر ما يدعو الناس وما أقل إجابتهم وذلك أن الله عز وجل لا يقبل إلا الناخلة من الدعاء قلت أو ليس قال ذلك عبد الله قال وما قال قال قال عبد الله لا يسمع الله من مسمع ولا من مراء ولا لاعب إلا داع دعا يثبت من قلبه قال فذكر علقمة قال نعم

” Ar-Rabi’ mendatangi Alqamah pada hari jum’at. Apabila Saya tidak ada, mereka mengirim (utusan) kepada Saya. Suatu kali utusan itu datang, sedangkan Saya tidak ada. Kemudian Alqamah menemui Saya dan berkata, ‘Apakah engkau tidak melihat apa yang telah dibawa Ar-Rabi’?’ Alqamah berkata, ‘Apakah engkau tidak melihat sebanyak-banyak hal yang (diharapkan) manusia dalam berdoa, dan amat sedikit dari mereka dikabulkan (doanya)? Hal itu karena Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima doa kecuali doa yang ikhlas.”‘

Saya berkata, “Bukankah Abdullah telah mengucapkan hal itu?” Alqamah berkata, “Apa yang diucapkan Abdullah?” Abdur rahman ibnu Yazid berkata, “Abdullah berkata, ‘Allah tidak akan mendengar (doa) dari orang yang ingin dipuji orang lain, tidak pula dari orang yang riya’, tidak pula dari orang yang bermain-main, akan tetapi (hanya menerima doa) dari orang yang berdoa dengan keteguhan hatinya. ‘Abdurrahman bin Yazid berkata, “Lalu Alqamah ingat dan berkata, Ya.”‘

Hadits ini diriwayatkan Imam Bukhari dalam Kitab Adabul Mufrod dengan sanad mauquf.

  • Yang kedua do’a akan dikabulkan selama orang yang berdo’a tidaklah tergesa-gesa

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda,

٥٠۹/٦٥٤ –يُسْتَجَابُ ِلأَحَدَكُمْ مَا لَمْ [يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ، أَوْ ٦٥٥] يَعْجَلْ فَيِقُوْلُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجِبْ لِي[فَيَدَعُ الدُّعَاء]

“Dikabulkan doa untuk salah seorang diantara kamu selama tidak memohon kesalahan atau memutuskan tali silaturrahim, atau 655] dan dia tergesa-gesa kemudian berkata, ‘Saya telah berdoa tapi tidak dikabulkan [lalu meninggalkan doa].’”

Hadits ini Shahih,di dalam kitab Shahih Abu Baud (1334). [Bukhari, 80-Kitab Ad-Da’awaah, 22- Bab Yustajabul Abdu Maa Lam Ya’mal bihi.Muslim, 48- Kitab Adz-Dzikru wad-Dua’u wat-Taubatu wal Istighfar, hadits 91,92].

Sekarang, kembali lagi ke pertanyaan pertama. Mengapa Allah kadang tidak mengabulkan do’a hambanya?

Dari Abu Said Al Khudri,  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو لَيْسَ بِإِثْمٍ وَلاَ بِقَطِيْعَةِ رَحِمٍ اِلاَّ أَعْطَاهُ إِحْدَى ثَلاَثَ اِمَّا أَنْ يَعْجَلَ لَهُ دَعْوَتَهُ وَاِمَّا أَنْ يُدَخِّرَهَا لَهُ فِي اْلآخِرَةِ وَاِمَّا أَنْ يَدْفَعَ عَنْهُ مِنَ السُّوءَ مِثْلِهَا قَالَ إِذَا يُكَّثِرُ قَالَ اَللهُ أَكْثَرُ

“Tiada seorang muslim yang berdoa, selagi tidak untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturrahim, kecuali Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal:
  1. Ada kalanya doanya segera.
  2. Ada kalanya itu sebagai simpanannya untuk besok di akhirat.
  3. Adakalanya Allah akan menolak kejelekan sebesar permintaannya.”
Abu Said berkata, “Jika demikian, maka kita perbanyak doa!” Nabi menjawab, “Allah lebih banyak.”

Hadist ini Shahih.Di dalam kitab Takhrijut-Targhibi(2/ 272). Tirmidzi, 48-Kitab Ad-Da’awaah (115). Bab Fi Intizharil faraj, dari Ubadah bin Shamit.

Nah dari hadits di atas kita dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do’a kita lantaran Ia pelit, namun Allah telah menyiapkan balasan-balasan yang lebih baik untuk kita selama dalam do’a tersebut tidak terkandung dosa dan tidak pula terkandung unsur-unsur yang bersifat memutuskan tali silaturahmi. Oleh karena itu marilah selalu ber-istiqomah, jangan sampai do’a kita sia-sia hanya karena tergesa-gesa dan karena niat yang tidak ikhlas. Dan yang paling penting janganlah suudzon kepada Allah atas ni’matnya yang mungkin belum tersampaikan kepada kita.

 

Artikel RohisAlUswah.wordpress.com

 

sumber:

http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=141&pid=96899

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s