Assalamu’alaikum Made in Java

Segala puji bagi rabb semesta alam. Dialah yang telah menyatukan hati-hati orang-orang yang beriman. Sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan-Nya kepada guru besar kita, rasul kita, Muhammad Rasulullah.

ternyata, dalam hal pengucapan salam terkadang kita masih melakukan kesalahan. Masya Allah…

Sebuah syiar yang luar biasa telah mewarnai alam ini. Suara hati pelebur nurani, memalingkan keangkuhan. Dia mengingatkan makhluk kepada Zat Pemberi keselamatan. Pupuk benih cinta di hati ummat. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Itulah penghormatan yang begitu indah. Berisi do’a untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ (رَوَهُ مُسْلِمُ)

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Kamu tidak dapat masuk surga kecuali harus beriman dan tidak beriman (secara sempurna) kecuali harus saling menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu bila kamu lakukan niscaya kamu saling berkasih sayang? Sebarkan salam di antara kamu.” (HR. Muslim no 81)

Nah, lewat tulisan ringan ini, mari kita bahas tentang cara pengucapan salam. Kita tentu sudah mengetahui keutamaan salam. Barangkali pembicaraan kita bisa mbleber ke pembicaraan lain.

Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh…

Kita perhatikan teks arabnya…

السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Itulah salamnya seorang muslim. Dengan kata lain, itulah lafadz salam yang benar. Sebenarnya, ana tadi ingin nulis salamnya orang Arab. Tapi, ana takut ada orang yang mengatakan salam adalah budaya Arab. Sebabnya, ada orang-orang yang mengatakan jilbab itu budaya Arab, dan sebagainya. Kita berlindung kepada Allah dari kebengkokan hati dan pikiran. Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan kita hidayah hingga hidup bahagia selamanya dengan kebahagiaan tak terhingga di surga-Nya.

Memang ada pengucapan salam yang salah?

Yuk, Mari kita perhatikan salamnya orang Jawa. Konon, orang jawa itu halus tutur katanya. Lembut perilakunya. Santun tindak-tanduknya. Barangkali watak itu sampai menular ke cara pengucapan salam. Seperti apa caranya?
Assalamu’alaikuuuum……

Ada yang salah ya… ? Di mana bedanya? Yups, bedanya di bagian kum. Kum artinya kalian, sehingga salam yang pertama berarti keselamatan atas kalian. Sedangkan kuuuum artinya … (entahlah) sehingga salam yang kedua berarti … (nggak tahu).
Pembicaraan ini nggak usah dipikir terlalu berat. Santai saja. Akan tetapi, bila kita kaji lebih jauh ada hal yang menarik. Saat ini, untuk masalah salam saja, mungkin kita masih melakukan kesalahan. Termasuk cara menjawab salam.

Wa’alaikum salām atau wa’alaikumussalām.

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita perhatikan teks Arabnya.

وَعَلَيْكُمْ السَّلامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Di teks tersebut, setelah wa’alaikum ada kalimat as-salam. Dengan kata lain ada alif-lamnya. Jika kita membaca wa’alaikum salam, alif-lamnya lenyap. Sedangkan kalau kita membaca wa’alaikumussalām, itulah yang benar.

Masya Allah, ternyata masih banyak hal-hal di sekitar kita yang belum kita fahami. Barangkali setiap hari kita mengucapkan salam. Mungkin juga menjawab salam. Tetapi ternyata kita masih melakukan kesalahan. Jangan-jangan ini juga terjadi di ibadah lainnya. Jangan-jangan kita tidak faham bacaan sholat kita. Sehingga maksud kita memohon ampun, namun justru mencaci maki diri sendiri. Dari beberapa hal ini saja kita sadar, kita masih membutuhkan banyak waktu untuk mengais ilmu. Mengisi kapasitas memori dengan panduan yang jelas untuk pengabdian kepada zat yang akan memberi balas. Jadi, mengapa waktu kita dibuang sia-sia? Mengapa dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting? Padahal dia begitu berharga.

Di balik ketidaktepatan pengucapan salam yang untuk tadi, sebenarnya ada pelajaran berharga. Telah jauh lisan kita dari bahasa Arab.

Sebenarnya dahulu, bahasa Arab setingkat dengan bahasa Inggris. Keduanya adalah bahasa internasional. Demikian, karena bahasa Arab dan bahasa Inggris digunakan oleh banyak bangsa di dunia. Kemudian, ada upaya booming bahasa Inggris secarabesar-besaran. Bahasa Inggris diajarkan sejak SD, bahkan TK. Dia menjadi syarat utama diterima di perusahaan. Kemudian dipropagandakan dengan memunculkan kesan orang yang berbahasa Inggris adalah orang keren. Juda dengan upaya lainnya. Akibatnya, citra bahasa Arab meredup.Begitulah ceritanya.

Akan tetapi, sudahlah, kita tidak ingin menyesali masa lalu. Sekarang kita cari tahu, apa istimewanya bahasa Arab?

  1. Bahasa Arab adalah bahasa orang-orang bahagia yang menikmati kesenangan tak terkira selama-lamanya. Bahasa Arab adalah bahasa penduduk surga.
  2. Pedoman hidup yang diturunkan oleh Rabbul’alamin, yang benar secara mutlak, tidak mengandung keraguan sedikitpun, menjamin kebahagiaan bagi yang mengikutinya diturunkan dengan bahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an.
  3. Rasul terakhir yang ‘membawa’ manusia dari zaman jahiliyah menuju kemajuan berbicara dengan bahasa Arab.
  4. Bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih. Banyak huruf hijaiyyah yang tidak tertandingi bacaannya dari bahasa lain, misalnya tsa, kho, dhod, tho, dzo, gho.
  5. Umar bin Khattab pernah berkata, “Pelajarilah bahasa Arab karena ia merupakan bagian dari agama kalian”.

Itulah di antara keistimewaan bahasa Arab. Bukankah di kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari bahasa Arab? Ketika shalat, lisan kita berbahasa Arab. Ketika berdo’a, kita berbahasa Arab. Alangkah indahnya jika kita memahami arti do’a kita. Tentu hati kita lebih dalam meresapi makna. Selain itu, bahasa Arab juga bahasa Al-Qur’an. Dengan mengerti bahasa Arab, kita mengerti bacaan kita. Dengan demikian, kita bisa lebih menghayati. Maka kita tidak perlu heran melihat seseorang yang membaca Al-Qur’an hingga dadanya bergemuruh atau matanya berlinang. Itulah di antara keuntungan mempelajari bahasa Arab.

Masya Allah… Ternyata bahasa Arab begitu penting. Lalu jika kita diberi kesempatan untuk belajar bahasa Arab, mengapa tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya?

Satu lagi alasan mengapa kita perlu belajar bahasa Arab. Ini alasan yang seru. Seorang hakim perancis di Al Jazair ketika mengadakan peringatan penjajahan terhadap Al Jazair mengatakan:

“Sesungguhnya kita tidak akan bisa menang melawan orang-orang Al Jazair selagi mereka masih membaca Al Quran dan berbicara Arab. Oleh karena itu Al Quran wajib dihilangkan dari wajah mereka dan menghapuskan bahasa arab dari lisan mereka.”

Jadi, memang ada agenda sistematis dari orang-orang kafir untuk menjauhkan bahasa Arab dari lisan muslimin. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah.

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (8)

”Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. (QS. Ash Shaff ayat 8 )

Akan tetapi, sudah menjadi ketentuan Allah bahwa Islam akan jaya kembali di akhir zaman.

Kesimpulan

Nah, setelah mengetahui berbagai keuntungan belajar bahasa Arab, marilah kita mempelajarinya. Bahasa Arab dapat menunjang ibadah kita, seperti sholat dan membaca Al-Qur’an. Jika kita enggan belajar bahasa Arab, dikhawatirkan kesempatan emas memahami bacaan sholat, menyelami dalamnya makna Al-Qur’an tersia begitu saja.  (edited from azharblog88.wordpress.com/abh)


One thought on “Assalamu’alaikum Made in Java

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s