Beberapa Hal Terkait Qurban

adhaMaka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah ”

(Al-Kautsar:2)

Larangan memotong kuku dan rambut jika telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah

Dari Ummi Salamah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda : Apabila kamu telah melihat hilal (tanggal 1 bulan) Dzulhijjah – dan salah seorang dianntara kamu itu hendak berqurban –maka hendaklah ia menahan rambut dan kuku-kukunya

(H.R.Imam Jama’ah kecuali Imam Bukhari).

Dan dalam lafal Abu Dawud : Barang siapa yang memiliki Qurban untuk disembelihnya, kemudian apabila bulan Dulhijjah telah nampak, maka jangan sekali-kali dia memotong rambut dan kuku-kukunya hingga ia berqurban

Orang yang berniat untuk berkurban dilarang untuk memotong rambut dan kukunya (dirinya).

Berqurban hukumnya sunnah muakkad.

Dari Abu Hurairah ra. berkata : bersabda Rasulullah saw. Barang siapa mempunyai kemampuanuntuk berqurban dan dia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami

(H.R.Imam Ahmad dan ibnu Majah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan peringatan keras bagi orang yang mampu namun enggan berkurban.

Seekor kambing cukup untuk satu keluarga walapun terdiri banyak orang

Dari Atho’ bin Yasar dia berkata : Aku bertanya pada Abu Ayyub Al-Anshory : Bagaimana qurban yang kalian lakukan pada masa Rasulullah ? Dia menjawab : Seseorang di zaman Rasulullah saw (biasa) berqurban kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya, lalu mereka (keluarga) makan dan membagikan (kepada fakir miskin) sehingga orang-orang ramai-ramai maka mereka seperti yang engkau lihat sekarang ini. (HR. Ibnu Majah dan Turmudi)

Dalam penyembelihan hewan qurban untuk satu kepala keluarga cukup menyembelih seekor kambing walaupun keluarga tersebut banyak anggota keluarganya.

Menyembelih seekor sapi/unta cukup untuk 7 orang/keluarga

Dari Ibnu Abbas ra ia berkata : Kami dalam bepergian dengan Rasulullah saw, lalu tibalah waktu ‘Idul Adha kemudian kami menyem-belih sapi untuk tujuh orang dan onta untuk sepuluh orang. (HR. Imam lima kecuali Abu Dawud )

Dari hadits diatas menunjukkan adanya contoh Rasulullah saw. dalam berqurban dengan cara sirkah (qurban bersama), menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang dan seekor unta untuk sepuluh orang Hadits diatas juga menunjukkan adanya contoh Rasulullah saw. dalam berqurban dengan cara sirkah (qurban bersama), menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang dan seekor unta untuk sepuluh orang.

Termasuk pengertian dalam berqurban dengan cara sirkah adalah :

  • seseorang yang diberi kelonggaran oleh Allah swt., membeli seekor sapi, kemudian menyertakan enam orang yang lainnya dalam berqurban dengan sapi tersebut, tanpa andil sepeserpun dalam berqurban
  • tujuh orang bersama-sama dalam berqurban dengan membeli seekor sapi dengan iuran yang sama besarnya
  • tujuh orang bersama-sama dalam berqurban dengan membeli seekor sapi dengan iuran yang tidak sama besarnya, karena ada diantara tujuh orang tersebut yang membayar lebih

Sunnah menyembelih qurban yang jantan, bertanduk, bagus/mahal harganya.

Dari Anas bin Malik : Bahwasannya Rasulullah saw pernah berqurban …………, dan pada suatu lafadz yang lain : Ia sembelih keduanya dengan tangannya, dan pada suatu lafadz yang lain juga :  dua kambing yang gemuk, dan bagi Abi ‘Awanah dalam shohihnya : dua kambing yang berharga – dangan pakai “tsa” sebagai ganti “sin” …..

Dari Abu Rofi’ ra. ia berkata : Rasulullah saw pernah berqurban dua ekor kambing gibasy yang bagus yang disayangi lagi jantan. (HR. Imam Ahmad)

Dan dari ‘Aisyah ra. berkata : Rasulullah saw. pernah berqurban dengan dua ekor kambing gibasy, yang gemuk, besar, bagus bertanduk dan disayangi. (HR. Imam Ahmad)

Larangan memberikan upah kepada jagal dengan sebagian  daging qurbannya

Dari Ali bin Abi Tholib ra.berkata : Aku diutus Rasulullah saw.supaya mengurus untanya, serta menyedekahkan dagingnya, kulitnya, dan kiranya aku tidak akan memberikan sedikitpun dari binatang  qurban tersebut kepada tukang sembelih. Dan (‘Ali bin Abi Tholib ra.) berkata : “Kami akan memberi dia dari bagian kami sendiri” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari hadits diatas menunjukkan adanya larangan memberikan upah kepada jagal dari daging binatang qurban. Jika diperlukan ongkos jagal dalam menyembelih maka hendaklah diambilkan dari hartanya sendiri bukan bagian dari binatang qurbannya.

Hari rayanya muslimin adalah “Idul Fitri dan ‘Idul Ad-dha.

Dari Anas ra. berkata :Rasulullah saw. datang ke Madinah, sedang mereka (orang Madinah) mempunyai dua hari raya, yang mereka buat bermain-main padanya, maka sabdanya : Allah swt. telah mengganti buat kamu dua hari raya itu dengan hari yang lebih baik dari padanya : hari raya ’Idul Ad-dha dan ‘Idul Fitri  (H.R.Imam Abu Dawud dan Nasai)

Sunnah untuk tidak makan/minum kecuali sesudah sholat ‘Idul Ad-dha.

Dari Baraidah ra. dari Bapaknya bahwasannya Rasulullah saw. adalah tidak keluar (ke mushalla) pada hari ‘Idul Fitri sehingga beliau makan, dan tidak makan (sebelum berangkat ke mushalla) pada hari ‘Idul Ad-dha sehingga kembali (pulang) (H.R.Imam Ibnu Majah)

Sunnah puasa di hari tanggal  9 Dzulhijjah (hari ‘Arafah(

Dari Abi Qatadah Al-Anshory ra. bahwasannya Rasulullah saw. ditanya dari hal puasa ‘Arafah, beliau menjawab : menghapuskan (dosa) setahun yang telah lewat dan setahun yang akan datang, dan beliau ditanya tentang puasa ‘Asyura beliau menjawab : menghapuskan (dosa) setahun yang telah lewat, dan beliau ditanya tentang puasa hari senin dan kamis, beliau menjawab : pada hari itu aku dilahirkan, dan aku diutus dan diturunkan kepadaku (Al-Qur’an) padanya. (H.R.Imam Muslim)

Larangan memotong kuku dan rambut jika telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah

Dari Ummi Salamah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda : Apabila kamu telah melihat hilal (tanggal 1 bulan) Dzulhijjah – dan salah seorang dianntara kamu itu hendak berqurban –maka hendaklah ia menahan rambut dan kuku-kukunya (H.R.Imam Jama’ah kecuali Imam Bukhari).

Dan dalam lafal Abu Dawud : Barang siapa yang memiliki Qurban untuk disembelihnya, kemudian apabila bulan Dulhijjah telah nampak, maka jangan sekali-kali dia memotong rambut dan kuku-kukunya hingga ia berqurban

Orang yang berniat untuk berkurban dilarang untuk memotong rambut dan kukunya (dirinya).

Shalat ‘Idul Adha lebih pagi dari pada shalat ‘Idul Fitri.

Dari Jundub ra. berkata  bahwasannya Nabi saw. shalat ‘Idul Fitri bersama kami, sedang matahari setinggi dua tombak, dan (melakukan sholat) ‘Idul Ad-dha, (sedang matahari) sekedar satu tombak (H.R.Imam Ahmad)

Hasungan mencari jalan lain saat menuju/pulang dari Musholla.

Dari Abu Hurairah ra. berkata : adalah Nabi saw. tatkala keluar untuk (shalat) ‘Idain, beliau kembali lewat jalan yang tidak dilalui waktu berangkatnya. (H.R.Imam Ahmad, Muslim dan Turmudzi)

Sholat hari raya ‘Idain (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha) dilaksanakan tanpa menyerukan adzan dan iqamat.

Dari ‘Atho’ berkata telah mengkhabari aku Jabir ra. berkata :  Bahwa pada shalat ‘Idul Fitri itu tidak diserukan adzan, baik sebelum atau sesudah Imam keluar, tidak pula iqamat, panggilan atau apapun juga. Tegasnya pada hari itu tidak ada panggilan apa-apa atau qamat (H.R.Imam Muslim)

Ringkasan dari tulisan Abu Abdur Rahman Nashir

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s