Perhatikan Saf Shalatmu

Abu Mas’ud r.a., sahabat Nabi saw, menyampaikan sebuah kisah. Suatu ketika, saat hendak shalat berjamaah, Nabi menyentuh setiap bahu kami sambil bersabda: “Luruskan shafmu, jangan bengkok-bengkok. Shaf yang bengkok akan menyebabkan hatimu terpecah-belah.” (HR Muslim).

Setiap akan salat berjamaah, sering kali sang imam mengingatkan kita para makmum untuk meluruskan saf salat. Kemudian kita pun menjawab: sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat) walaupun mungkin, masih ada diantara kita yang tidak mengerti arti bacaan tersebut sehingga ia pun menjawab tetapi tidak memperhatikan kelurusan safnya. Alhasil, ada bagian saf yang tidak lurus.

Ketidaklurusan saf jamaah yang selama ini sering terjadi, jarang sekali dibahas. Padahal berdasarkan pada hadits di atas, kelurusan saf salat sangat penting. Kelurusan saf salat tidak hanya mempengaruhi kesempurnaan tapi juga mempengaruhi kesatuan hati umat Islam. Persatuan antar umat Islam akan hancur tatkala saf salat tidak lurus. Dan dengan hancurnya persatuan, umat Islam akan lebih mudah diserang baik secara fisik atau pikiran.

Karena itu, hendaknya kita sebagai muslim ikut memperhatikan saf salat jamaah kita. Jangan hanya mempermasalahkan faktor pendorong kesatuan yang lain jika kita sendiri safnya belum lurus. Mulailah segala apa yang kita inginkan dengan memulai dari diri sendiri.

Adapun masalah lain dalam salat berjamaah yang selama ini sering kita jumpai adalah kebiasaan makmum masbuk menunggu imam untuk berdiri baru kemudian ikut salat. Terkait hal ini, terdapat hadits yang menyatakan:

Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, “Apabila kalian mendatangi shalat sedangkan kami sedang sujud, maka ikutlah sujud, dan janganlah kalian memperhitungkannya dengan sesuatu.”

Telah jelas bahwa walaupun terlihat sama antara segera mengikuti dengan menunggu imam berdiri, tapi dari segi pahala yang didapat berbeda. Rakaat yang didapat memang sama, tetapi yang jelas bagi mereka yang melaksanakan sunnah Rasul ada balasan kebaikan yang setimpal. Bahkan apabila seseorang sampai pada jamaah ketika imam sedang tawarruk, ia tetap dianjurkan untuk segera mengikuti. Walaupun ia tidak mendapat satu pun rakaat, tapi ia telah mendapatkan pahala berjamaah.

Apa tanggapan antum?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s