artikel

lihat preview artikel disini terus download lewat = klik kanan > save target as

 

Careful With Salam…

Hidayatullah.com–Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti “Asw” atau “Aslm”. Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” . Namun yang sering saya dapatkan, adalah singkatan “Ass”. Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.

__________________________________________________________________________

Benazir Bhutto Tewasnya Sang Ratu Dugem 

Di penghujung tahun masehi 2007, dunia dikejutkan oleh berita tewasnya pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto, yang ditembak oleh seorang penyerang dan kemudian sang penyerang melakukan aksi bom bunuh diri di tengah kerumunan para penggemarnya, Kamis sore (27/12). Gedung Putih langsung berkabung. Presiden AS George Bush dengan penuh emosional menyampaikan duka cita rakyat Amerika atas kepergian salah seorang sekutunya yang sesungguhnya ingin dijadikan pemimpin baru di Pakistan menggantikan Pervez Musharraf yang dianggapnya sudah tidak bisa lagi seratus persen dikontrol Gedung Putih.
__________________________________________________________________________
Ketika seribu tahun pertama
Dipasang api neraka
Semakin keadaannya
Menjadi putih warnanya
Menyala api neraka
Bertambah panas keadaannya
Menjadi merah warnanya

__________________________________________________________________________

Sayap militer HAMAS,Brigade Izzudin Al-Qosam.Darimana nama ini berasal?Watch,and learn…Dilahirkan di negeri Jabalah, Suriah pada tahun 1882 M/ 1300 H dengan nama lengkap Muhammad Izzuddin bin Abdul Qodir Mushthofa Al Qosam. Ia tumbuh dan berkembang ditengah keluarga yang taat dan berpegang teguh dengan ajaran Islam. Ayahnya yang menekuni ajaran tasawuf dikenal sebagai pendidik yang khusus menyediakan salah satu pojok rumahnya sebagai tempat belajar agama bagi anak-anak tetangga sekitarnya. Tanpa disadari, lingkungan belajar ini membantu membentuk kepribadian sang Izzuddin kecil karena ia menyaksikan langsung proses tarbiyah yang dilakukan ayahnya terhadap murid-muridnya yang datang ke rumah. Keakraban hidup dengan orang kecil yang diwarisi dari orang tuanya terus dipupuk sampai hari tuanya. Ia tidak segan-segan membantu orang kecil walau sekedar berbincang-bincang untuk meringankan beban hidup orang lain. Begitulah prinsip yang dipegangnya.
_______________________________________________________________
Q inginkan kekayaan,
tapi Dia berikan pekerjaan yang harus
diselesaikan
Q inginkan kekuasaan,
tapi Dia berikan amanah yang harus
dijalankan
_______________________________________________________________
 Seorang direktur sebuah perusahaan yang sangat sukses, sedang berjalan-jalan dengan istrinya… karena memang lagi santai… dia nyetir sendiri…
Setelah lama keliling-keliling, tak terasa indikator bensin di mobilnya hampir menyentuh huruf ‘E’ alias minta diisi…. Maka mampirlah mereka ke sebuah pompa bensin..
_______________________________________________________________
 Para analis politik Palestina dan Arab Israel menyatakan, jika Palestina mengakui Israel sebagai Negara Yahudi, sama artinya “menginjak-injak” perjuangan bangsa Palestina selama ini untuk memerdekan negaranya dari jajahan Israel dan membentuk Negara Palestina merdeka. “Mengakui Israel sebagai ‘Negara Yahudi’ praktis menolak para pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah airnya yang dijajah Israel sejak tahun 1948, ” kata Mekhamar Abu Saeda, seorang profesor bidang ilmu politik di Universitas Al-Azhar, Ghaza.

Pengakuan terhadap “Negara Yahudi” memungkinkan Israel untuk melakukan relokasi para pengungsi ke Tepi Barat dan Jalur Ghaza. Konsekuensinya adalah negara Yahudi murni, di mana tidak ada ruang bagi bangsa Palestina, termasuk bagi kalangan Arab Israel.
______________________________________________________________

 Dulu, pada waktu yang saya sendiri lupa kapan, teman saya dengan saya pernah jalan bareng dari kampus ke Tugu. Untuk mengusir sepi, kami berniat ngobrol. Kami sepakat, topiknya ga boleh berat-berat. Iyalah, buat ngusir sepi sambil jalan doang aja pake yang berat-berat! Dan akhirnya kami sepakat untuk ngobrol tentang… Peradaban ! (Gila !! yang kaya gini ama dia dianggap ringan!)

Obrol punya obrol, singkat kata, kami tiba-tiba jadi ngomongin Ibnu Khaldun, seorang budayawan dan ilmuwan Muslim yang pemikiran-pemikirannya cukup dominan pada masanya (waktu Islam sedang jaya-jayanya), dan kurang lebih, mungkin masih relevan sampai sekarang. Pemikiran-pemikirannya dalam hal sosiologi sebenarnya, sedikit banyak, mendasari berdirinya ilmu sosiologi modern seperti yang sekarang ini kita kenal. Saya masih ingat, beberapa buku referensi Sosiologi SMA ada yang mencantumkan nama Ibnu Khaldun sebagai salah seorang “bapak sosiologi”. Tentu, predikat ini ga terdapat di SEMUA buku sosiologi, terutama yang sudah terlanjur didominasi dengan nama-nama “barat”.
______________________________________________________________

 Hmmmm…. Pastinya udah pade tau kan kalu pake jilbab ityu wajib buat perempuan muslimah?? Sama seperti kewajiban shalat yang mesti kita tunaikan saat udah baligh alias beranjak dewasa. Kagak ada istilah nunggu hidayah, nunggu hatinya lebih siap, nunggu kelakuan lebih baik, baru pake kerudung. Kalo nunggu khusuk biar bisa shalat, lha kapan shalat nye?? Ntar keburu maut menjemput, yah tinggal nyesel deh di hari kiamat nanti. Godaan mah ada aja, biar di mal, di gunung, di les, di pantai, di sekolah, di bioskop, ada orang banyak, ada orang gila, ada orang bau (??), ada monyet, kalo sudah tiba waktunya tetep aja sholat wajib, atuh.

Kembali ke tantangan berjilbab, saat ini kewibawaan jilbab menuntut kembalinya aturan syar’i berjilbab yang makin lama makin longgar n kedodoran. Banyak yang udah pake jilbab tapi kok bajunya….ketat n tipis, pake jilbab tapi kok rambutnya masih keliatan ngliwir di belakang, pake jilbab tapi kok jilbabnya cekak banget, pake jilbab tapi kok poni nya masih keliatan sih, dan masih banyak ‘tapi kok’ yang lain. Miris banget kan. Padahal ini adalah perintah Allah SWT yang gak main-main dan tentu didalamnya mengandung hikmah yang banyak dan sangat besar.