lihat preview artikel disini terus download lewat = klik kanan > save target as
Hidayatullah.com–Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]
Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti “Asw” atau “Aslm”. Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” . Namun yang sering saya dapatkan, adalah singkatan “Ass”. Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.
__________________________________________________________________________
Benazir Bhutto Tewasnya Sang Ratu Dugem
Dipasang api neraka
Semakin keadaannya
Menjadi putih warnanya
Menyala api neraka
Bertambah panas keadaannya
Menjadi merah warnanya
__________________________________________________________________________
tapi Dia berikan pekerjaan yang harus
diselesaikan
tapi Dia berikan amanah yang harus
dijalankan
_______________________________________________________________
Pengakuan terhadap “Negara Yahudi” memungkinkan Israel untuk melakukan relokasi para pengungsi ke Tepi Barat dan Jalur Ghaza. Konsekuensinya adalah negara Yahudi murni, di mana tidak ada ruang bagi bangsa Palestina, termasuk bagi kalangan Arab Israel.
______________________________________________________________
Obrol punya obrol, singkat kata, kami tiba-tiba jadi ngomongin Ibnu Khaldun, seorang budayawan dan ilmuwan Muslim yang pemikiran-pemikirannya cukup dominan pada masanya (waktu Islam sedang jaya-jayanya), dan kurang lebih, mungkin masih relevan sampai sekarang. Pemikiran-pemikirannya dalam hal sosiologi sebenarnya, sedikit banyak, mendasari berdirinya ilmu sosiologi modern seperti yang sekarang ini kita kenal. Saya masih ingat, beberapa buku referensi Sosiologi SMA ada yang mencantumkan nama Ibnu Khaldun sebagai salah seorang “bapak sosiologi”. Tentu, predikat ini ga terdapat di SEMUA buku sosiologi, terutama yang sudah terlanjur didominasi dengan nama-nama “barat”.
______________________________________________________________
Kembali ke tantangan berjilbab, saat ini kewibawaan jilbab menuntut kembalinya aturan syar’i berjilbab yang makin lama makin longgar n kedodoran. Banyak yang udah pake jilbab tapi kok bajunya….ketat n tipis, pake jilbab tapi kok rambutnya masih keliatan ngliwir di belakang, pake jilbab tapi kok jilbabnya cekak banget, pake jilbab tapi kok poni nya masih keliatan sih, dan masih banyak ‘tapi kok’ yang lain. Miris banget kan. Padahal ini adalah perintah Allah SWT yang gak main-main dan tentu didalamnya mengandung hikmah yang banyak dan sangat besar.