6 Kerusakan Valentine’s Day

Al-wala' wal baro'
Al-wala’ wal baro’

Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.

Cikal Bakal Hari Valentine

Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Read more…

Merayu Diri Agar Mencintai Al-Qur’an

8 Februari 2010 rohisaluswah 1 comment

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al-Fajr [89]:27-30)

Ungkapan lembut tersebut adalah rayuan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang juga disertai ajakan yang provokatif. Bagaimana mungkin kita tidak tergiur dengan rayuan semacam itu?

Kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an. Tetapi di saat yang lain, kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar, jangankan disuruh menghafal, sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. Untuk kondisi seperti itu, kita perlu merayu diri sendiri, merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja: meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an.

Berbagai permasalahan umum pada diri kita saat berinteraksi dengan Al-Qur’an antara lain:

Read more…

“SMS” Dari Umar Bin Khattab!! *( Renungan Indah bagi yang sudah & ingin berkeluarga )

rumahmyquran.com:: SMS dari isterinya pagi itu membuatnya gundah, kecewa dan marah. Meskipun singkat, tetapi kekuatan kalimatnya melahirkan makna menggunung. Isinya menusuk ke jantung dan pilihan katanya tajam. Hatinya membatin. Sebuah ”sarapan pagi” yang lain dari biasanya.

Tak ada teh hangat atau susu dan roti. Tak ada salam dan kecupan sayang sebelum berangkat. Dan tak ada senyuman mengiringi keberangkatan kerjanya. Sarapan pagi yang tanpa gizi fikirnya.

Bulan-bulan terakhir di akhir tahun 2009 dirasakannya sebagai masa yang penuh konflik batin. Intensitas beragamanya diakui hampir menyentuh titik terendah. Dalam sebulan, hampir ada satu atau dua shalat wajib yang bolong. Tahajjudnya menjadi begitu langka, kecuali Dhuha yang tetap rutin didirikan. Disadarinya belakangan bahwa ia begitu lalai merajut tali kasih dengan Rabbnya. Batinnya merasakan kehampaan dan hilang kelezatan dalam beribadah.

Kebugaran fisiknya juga sering kacau. Dalam sebulan satu atau dua kali harus ke dokter. Begitu juga dengan buah hatinya. Hingga dirasakan ongkos berobat menjadi tidak karuan dan di luar perkiraan.

Ada sesuatu yang hilang dari harapannya. Harapan yang dibangun sejak sebelum berumah tangga. Ada banyak sisi-sisi kelemahan dirinya yang belum dapat terisi oleh kehadiran isteri dan anak-anaknya. Sehingga ia sering bertanya, bagaimana memulai membangun harapan itu lagi?
Read more…

Rintangan Dakwah

Gema dakwah jahriyah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam terhadap kerabat dekat beliau terus menggema di seantero kota Makkah hingga turun firman Allah:

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

“Maka sampaikanlah olehmu segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik” (QS. Al Hijr: 94)

Kemudian Rasululloh menyingsingkan lengan bajunya untuk menyampaikan kebenaran kepada seluruh penduduk Makkah. Beliau mengajak manusia meninggalkan penyembahan berhala dan semua jenis paganisme yang sudah mengakar pada mereka. Disamping juga menyampaikan hakikat Islam dan membantah aqidah-aqidah batil yang sudah mencengkram akal para penduduk Makkah.

Ketika itulah kaum Quraisy melihat pengaruh dakwah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ini tidak terbatas, tidak sebagaimana keadaan orang terdahulu yang telah mengajak meninggalkan paganisme seperti Zaid bin Nufail dan semisalnya.

Oleh karena itu mereka bangkit menghadang dakwah dan mengambil beraneka ragam cara dan sarana untuk menghadang dakwah yang mereka anggap mengancam kemaslahatan mereka. Dakwah yang mereka anggap akan menghancurkan harga diri dan ambisi serta kedudukan mereka ditanah haram.

Diantara cara dan sarana terpenting yang mereka gunakan untuk menghadang dakwah mulia ini adalah:
Read more…

Categories: Kisah Teladan Tag:, , , ,

Dasar Lidah Tak Bertulang

TERKESIAP. Suatu saat mata ini terantuk pada sebuah bab di bukunya Dr. Abdullah bin Muhammad As-Sadhaan [1], terkesiap mata dibuatnya, terhenyak kalbu dibikinnya, kelu pikiran seakan berhenti melintas. Pembicaraan bab berkisar antara mulut, lidah dan segala yang keluar dari padanya. Perkara yang sepele remeh-temeh tersebar di masyarakat yang sangat kuat budaya verbal-nya ini ternyata mengandung perkara yang berat dalam timbangan syariat. Berikut kami paparkan dua permasalahan:

I. Bencana datang karena ucapan

“Tidaklah timbul celaan pada saudaramu, kemudian Allah berikan rahmat padanya dan timpakan cobaan padamu” [2]. Yang dimaksud dengan celaan adalah seorang muslim yg menjelek-jelekkan saudaranya sesama muslim karena suatu dosa, padahal ia sudah bertaubat daripadanya, atau mengolok-olok fisik, gaya bicara, atau gerakannya. Ini adalah perkara yang berbahaya. Sedikit sekali orang yang waspada dari perkara ini. Dalam sebuah atsar: “Barangsiapa mencela saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati sebelum melakukannya” [3].

Berkata Imam Ahmad: “Aku mendengar al-Hasan berkata: “Kami memperbincangkan bahwa siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa yang ia sudah bertaubat pada Allah darinya maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberi cobaan padanya” [4]. Berkata Ibnu Sirin: “Aku pernah mencela seseorang karena kerugian, maka aku mengalami kerugian!”. Berkata Ibnul Jauzi: Berkata seseorang: Aku mencela seseorang yang sebagian giginya sudah tidak ada, maka gigiku bertaburan !” [5].

Nah, jika anda merasakan banyak masalah, ruwetnya problematika kehidupan, seringnya cobaan menyapa, seakan akan setiap tarikan nafas kita adalah masalah dan masalah. Maka perlu diteliti jangan-jangan kita telah salah dalam berucap. Jangan-jangan saking mudahnya lisan kita ceplas-ceplos hingga ada kata-kata tidak sedap yang nyangkut di hati saudara kita. Apalagi di era yang sangat mengagung-agungkan kebebasan berekspresi kini. Seakan kebebasan itu menjadi tameng mengumbar kata-kata kurang manfaat. Khususnya keadaan disekitar kita, bangsa kita, jangan-jangan bangsa yang bisanya “cuma omong doang” pintar berkoar dan suka ribut itu kian bertumpuk cobaan dan masalah dikarenakan mulut-mulut dan lidahnya kurang dijaga. Wallahu musta’an.

Read more…

Bahaya Besar MSG

swaramuslim:: Tahukah anda,bahwa selama ini kita telah terlalu banyak mengkomsumsi racun yang lezat,yang tidak kita sadari telah masuk ke dalam tubuh kita dan itu semua adalah berpotensi sebagai bahan yang bersifat KARSINOGENIK.

Bahan itu tak lain adalah MONOSODIUMGLUTAMATE ( MSG ) .

Burger King, McDonalds, Wendy’s, Taco Bell, di semua restoran, bahkan yang tersedia di meja, seperti TGIF, Chilis’, Applebees dan Denny’s, tulen menggunakan MSG secara melimpah.

Kentucky Fried Chicken tampaknya merupakan pelanggar paling buruk: MSG ada di tiap hidangan ayam, kuah salada dan saus. Tak heran jika orang lahap menyantap pelapis kulit ayam, rahasianya ya bumbunya pakai MSG! (watch bahaya MSG )

Waspadai Bahaya MSG

Ratusan penelitian para ahli di mancanegara menunjukkan, vetsin alias MSG sebagai “penyedap makanan” – bukan soal halal atau haram, yang jelas merusak otak anak-anak. Sedangkan untuk orang dewasa akibatnya bisa memicu degeneratif syaraf otak, dengan munculnya parkinson, huntington, ALS dan alzheimer alias pikun. Pejabat pemerintah maupun media massa memilih bungkam, semata-mata demi uang !
Read more…

Menanti Kesadaran Halal Umat

halalguide.info:: Mengonsumsi makanan halal dan baik merupakan hal yang tak bisa ditawar oleh seorang Muslim, kecuali dalam keadaan darurat. Islam memandu umatnya untuk hanya mengomsumsi yang halal dan baik. Meski dalam kenyataannya, banyak umat Islam mengabaikan hal ini.

Mereka jarang bersikap kritis pada makanan yang mereka konsumsi. Padahal, kata Auditor LPPOM MUI, Anton Apriyantono, makanan memberikan pengaruh dalam perilaku keseharian seorang Muslim. Secara spiritual pun berpengaruh. Ia menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa terkabulnya doa bergantung pula pada makanan.

Jika makanan yang masuk ke dalam tubuh adalah makanan halal, Allah akan mengabulkan doa seorang hamba. ”Bukankah Allah adalah Mahabersih dan tentunya hanya menerima mereka yang bersih pula, yaitu mereka yang mengonsumsi makanan halal dan baik saja,” katanya di Jakarta, pekan lalu.

Sekali lagi, cermati produk
Ia menyarankan agar umat Islam disarankan untuk sangat berhati-hati dengan makanan yang mereka konsumsi. Satu hal sepele tapi penting, katanya, adalah bersikap cermat dalam memilih produk yang akan mereka konsumsi. Untuk produk kemasan, misalnya, perhatikan labelnya.

Lihatlah apakah dalam label itu terdapat nomor pendaftaran produk tersebut. Menurut Anton, pada setiap kemasan sebuah produk akan terdapat nomor pendaftaran baik pada Departemen Kesehatan maupun Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yang mengindikasikan bahwa produk tersebut sehat untuk dikonsumsi.

Untuk produk dalam negeri nomor pendaftaran diawali dengan huruf MD. Sedangkan produk luar negeri tertera huruf ML yang disertai serangkaian nomor. Apabila tak ada nomor pendaftaran pada kemasan, dapat disimpulkan bahwa itu merupakan produk ilegal. Kini banyak produk yang merupakan produk ilegal.

Selain nomor pendaftaran, jelas Anton, perhatikan pula label halal pada kemasan produk tersebut. Jika tidak ada lebih baik tak mengonsumsinya. Ini lebih aman daripada kita was-was apakah produk itu berstatus halal atau tidak. Telusuri pula produk mana saja yang telah mendapatkan sertifikat halal dari LP POM.
Read more…

Al-Qur’an Menjelaskan Segalanya dan Mengajak Berpikir

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘ (Al-Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.’ (Surat 14 Ibrahim (Nabi Ibrahim ‘Alahis Salam Ayat 52)

Al-Qur’an Mengajak Berpikir

Allah ‘Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.’
(Surat 16 An-Nahl (Lebah) Ayat 44)

Kandungan Dua Ayat:

  • Kedua Ayat ini adalah seruan untuk seluruh manusia tanpa pandang agama, suku, ras, warna  kulit dan bangsa.
  • Allah mewajibkan atas tiap-tiap orang beriman pada umumnya dan para ulama pada khususnya sebagai pewaris para nabi agar menyampaikan dan mengajarkan Kalam Allah ( Al-Qur’an ) kepada manusia di sekitarnya.
  • Mengajarkan Al-Qur’an adalah mencakup lafadh / hurufnya yaitu mengajarkan bacaan Al-Qur’an dan maknanya yaitu mengajarkan isi dan kandungannya.
  • Al-Qur’an adalah penjelasan dan bekal untuk sampai kepada derajat yang tinggi dan tingkatan yang mulia.
  • Yang demikian ini dikarenakan Al-Qur’an mencakup semua ilmu dan segala kebutuhan mendasar yang sangat diperlukan oleh setiap manusia dan bahkan juga jin dalam urusan dunia, agama dan akhirat, yang lahir (tampak) dan yang batin (tidak tampak).
  • Al-Qur’an adalah juga peringatan yang mengingatkan kita akan dampak buruk semua perbuatan jahat dan bahwa Allah menyediakan untuk mereka balasan yang setimpal.
  • Al-Qur’an juga berisi dalil-dalil, bukti-bukti dan keterangan-keterangan tentang keEsaan Allah yang menjadikan seseorang memperoleh keyakinan yang benar bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya dalam Uluhiyah dan RububiyahNya.
  • Al-Qur’an adalah pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat yaitu orang-orang yang mengerjakan perbuatan baik dan bermanfaat serta meninggalkan perbuatan buruk dan bermadharat.
  • Orang yang berakal sehat adalah orang yang bertambah ilmu dan pengetahuannya dengan Al-Qur’an sehingga bercahaya pemikiran-pemikiran mereka olehnya.
  • Yang demikian ini dikarenakan Al-Qur’an tidak menyeru kecuali kepada akhlak dan perbuatan terpuji serta budi pekerti mulia dan utama.
  • Orang yang memikirkan adalah orang yang selalu berusaha sesuai kemampuannya untuk mengeluarkan perbendaharaan-perbendaharaan dan ilmu-ilmu Al-Qur’an yang sangat berharga dan tidak ada batasnya asalkan tidak menyimpang dari kaidah-kaidah penafsiran yang telah di tetapkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Inilah Al-Qur’an, apabila seorang hamba mengikuti ajaran dan ajakannya maka ia pasti selalu mengalami peningkatan dan kemajuan untuk mendapatkan semua yang baik dan terpuji.Sungguh beruntunglah orang-orang yang memahami Kalam Allah ( Al-Qur’an ), mereka adalah orang-orang yang mendapatkan nasib baik di dunia dan akhirat, sebaliknya sungguh sangat rugi orang-orang yang tidak mengerti dan tidak mau memahaminya, mereka adalah orang-orang yang bernasib buruk dan sengsara di dunia dan akhirat.

sumber: tulisan Abdullah Saleh Hadrami di kajianislam.net

Artikel Lainnya:

Beberapa Hal Terkait Qurban

Sifat ‘Ibadurrahman (1)
Seputar Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an)
Beberapa Faedah Mengetahui ‘Asbâb an-Nuzûl
Mensyukuri Nikmat Allah dengan Menuntut Ilmu Agama

Menumbuhkan Cinta Kepada Rasululloh saw

MediaMuslim.Info – Terkadang sebagian kita sulit namun ingin sekali bisa mencintai Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam tapi kenyataannya hampa. Ada orang yang bilang tak kenal maka tak sayang, supaya jadi sayang maka ta’aruf (berkenalan). Tidak mungkin timbul rasa cinta tanpa mengenal yang dicintainya, sepakat tidak…?  membaca dan menghayati kisah-kisah Beliau dalam Sirah Nabawiyah dapat menyuburkan taman hati dengan cinta kepada Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam. Kehalusan tutur kata beliau, bagusnya akhlak beliau, sikap beliau terhadap keluarga, sahabat bahkan terhadap lawan, dan seabrek teladan lain yang beliau contohkan.

Firman Alloh   Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri kalian sendiri, terasa berat olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (memberi manfaat dan mencegah bahaya) ununtuk kalian, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang-orang beriman.” (QS: At Taubah: 128)

Jangan lantas putus asa jika ternyata cinta kepada Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasalam belum berbunga di hati kita. Tetaplah sabar mempelajari seluk beluk kehidupan beliau shalallahu ‘alaihi wasalam sambil mencoba mengamalkan apa yang beliau ajarkan di dalam sunnahnya, misalnya buat yang kaum pria yaitu memelihara jenggot dan melaksanakan sholat lima waktu secara berjemaah di Masjid.

Perlahan tapi pasti, mengamalkan sunnah-sunnah Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam secara bertahap, mulai dari sejak bangun tidur sampai kembali tidur di malam hari. Mulai dari sunnah-sunnah yang dapat dengan mudah kita lakukan hingga sunnah-sunnah yang memerlukan pengorbanan ununtuk mengamalkannya.

Tidak ada orang yang bisa selamat hidupnya tanpa mengikuti sunnah Beliau shalallahu ‘alaihi wasalam. Dalam hadist Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam disebutkan, yang artinya:

“Aku telah meninggalkan kalian di atas agama yang terang nyata, malamnya seperti siangnya. Tidak ada yang menyimpang darinya, melainkan pasti binasa.”

(Shahihul Jami’: 58). Read more…

Wasiat Untuk Keluarga Dan Anak-Anak

Wahai saudaraku muslim! Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman,

Artinya, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka {laki-laki} atas sebagian yang lain {wanita}dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (An-Nisa: 34)

Allah telah menjadikan laki-laki sebagai pemimpin bagi para wanita dan ini sesuai dengan fitrah dan naluri manusia, agar alam ini berjalan sesuai dengan hukum-hukum Allah Subhannahu wa Ta’ala .
Maka bagi laki-laki memiliki kewajiban untuk mendidik istri dan anak-anaknya dengan pendidikan yang baik dan benar yang akan menjamin kebahagian dunia dan akhirat. Dan pendidikan yang paling penting adalah mengajarkan mereka agama dan adab-adab Islam sebagai realisasi dalam meneladani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan meniti kehidupan sesuai dengan ajarannya. Wahai para ayah ajarkan dan didiklah anak-anak kalian dengan ilmu yang bermanfaat dan amal yang sholih.

Ajarkan juga pokok-pokok keimanan yang telah diterangkan oleh Al-Qur‘an dan biasakanlah mereka untuk berpegang teguh dengan rukun-rukun Islam. Ajarkan kepada istri dan anak-anak kalian untuk mencintai Allah, tancap-kan keimanan, kecintaan, penghormat-an, dan pengagungan terhadap Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam di dalam hati mereka. Mereka wajib untuk menaati apa yang diperin-tahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, membenarkan setiap berita yang beliau sampaikan dan menjauhi apa yang dilarangnya dan tidak beribadah kepada Allah, melain-kan sesuai dengan apa yang dia syariatkan. Barang siapa yang berpaling dari petunjuknya, maka dia termasuk ahlul bid’ah.

Ajarkan mereka untuk mencintai sahabat Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam yang mulia sebagai imam yang telah mendapatkan petunjuk yang lurus. Terangkan kepada mereka bagaimana sahabat beribadah, berakhlak dengan akhlak yang mulia, berilmu yang luar biasa, bersungguh-sungguh dalam beragama. Dan terangkan juga tentang jihad dan perjuangan mereka di jalan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Hingga akhirnya melalui mereka Allah membuka hati dan telinga umat manusia, membuka negara-negara dan kerajaan-kerajaan, dan menghukum orang orang kafir dan munafik dengan kehinaan.

Dan terangkan juga tentang sejarah hidup mereka yang luar biasa, bagaimana kebenaran Iman mereka dan sempurnanya mereka di dalam mengikuti Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , dalam beribadah, berjihad dan menginfaqkan harta yang amat banyak dalam rangka untuk mencari ridha Allah Subhannahu wa Ta’ala .
Read more…