Perhatikan Saf Shalatmu

5 11 2009

Abu Mas’ud r.a., sahabat Nabi saw, menyampaikan sebuah kisah. Suatu ketika, saat hendak shalat berjamaah, Nabi menyentuh setiap bahu kami sambil bersabda: “Luruskan shafmu, jangan bengkok-bengkok. Shaf yang bengkok akan menyebabkan hatimu terpecah-belah.” (HR Muslim).

Setiap akan salat berjamaah, sering kali sang imam mengingatkan kita para makmum untuk meluruskan saf salat. Kemudian kita pun menjawab: sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat) walaupun mungkin, masih ada diantara kita yang tidak mengerti arti bacaan tersebut sehingga ia pun menjawab tetapi tidak memperhatikan kelurusan safnya. Alhasil, ada bagian saf yang tidak lurus.

Ketidaklurusan saf jamaah yang selama ini sering terjadi, jarang sekali dibahas. Padahal berdasarkan pada hadits di atas, kelurusan saf salat sangat penting. Kelurusan saf salat tidak hanya mempengaruhi kesempurnaan tapi juga mempengaruhi kesatuan hati umat Islam. Persatuan antar umat Islam akan hancur tatkala saf salat tidak lurus. Dan dengan hancurnya persatuan, umat Islam akan lebih mudah diserang baik secara fisik atau pikiran.

Karena itu, hendaknya kita sebagai muslim ikut memperhatikan saf salat jamaah kita. Jangan hanya mempermasalahkan faktor pendorong kesatuan yang lain jika kita sendiri safnya belum lurus. Mulailah segala apa yang kita inginkan dengan memulai dari diri sendiri.

Adapun masalah lain dalam salat berjamaah yang selama ini sering kita jumpai adalah kebiasaan makmum masbuk menunggu imam untuk berdiri baru kemudian ikut salat. Terkait hal ini, terdapat hadits yang menyatakan:

Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda, “Apabila kalian mendatangi shalat sedangkan kami sedang sujud, maka ikutlah sujud, dan janganlah kalian memperhitungkannya dengan sesuatu.”

Telah jelas bahwa walaupun terlihat sama antara segera mengikuti dengan menunggu imam berdiri, tapi dari segi pahala yang didapat berbeda. Rakaat yang didapat memang sama, tetapi yang jelas bagi mereka yang melaksanakan sunnah Rasul ada balasan kebaikan yang setimpal. Bahkan apabila seseorang sampai pada jamaah ketika imam sedang tawarruk, ia tetap dianjurkan untuk segera mengikuti. Walaupun ia tidak mendapat satu pun rakaat, tapi ia telah mendapatkan pahala berjamaah.





Qur’an Flash

24 10 2009

Letak komputer jauh dengan rak tempat Al Qur’an disimpan?
Malas mengambilnya?
Kami sarankan untuk mengunjungi situs Quran flash, dimana di situ disediakan Al Qur’an dalam bentuk flash e-book. Software ini dapat didownload secara gratis. Klik gambar di bawah untuk menuju situs yang dimaksud.
quran





Katalog Perpustakaan

12 10 2009

(page 1)

First | Prev | Next | Last

Page 1 of 14

Author Title Publisher ISBN Year Binding
Amerika Menuju Islam Syahadat Meccah Agency
Buku Kerja Pendidikan Agama Islam SLTA Kota Kembang
Jalan Ke Surga PT. Bina Ilmu 1984
Kitab Tuntunan Shalat Penerbit Persatuan
Menyibak Rahasia Kawan Laut Nur Production
Muslim Spain Ikhlas Media
Nabi Muhammad Dalam Berbagai Kitab Suci Pena Indo
Tuntunan Latin Cara Cepat Untuk Memahami Dan Membaca Alqur’an Al-Munawar
Tuntunan Shalat Penerbit Persatuan 1987
(LPTQ), Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Pedoman Penyelenggaraan Dan Penghakiman Musabaqah Al-Qur’an Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) 1998
5), Rohis Kelas TOEMO (Ipa Buletin Da’wah Darussalam Darussalam Press
A. Mas’ud, Dkk Ramadhan Di Bawah Naungan Al-Qur’an Yayasan Peningkatan Dan Pengembangan Sumber Daya Ummat (YP2SU) 1993
A., Abdul Jamil B. Sejarah Islam Siti Syamsiyah 1974
A., H. Nur Ali B. Himpunan Doa-Doa Pilihan CV. Usaha Nasional
‘Aasyur, Abdullatif Ahmad 10 Orang Dijamin Ke Surga Gema Insani Press 1991
AB., Ha. A. Qory. Ayo Sholat CV. Aneka Ilmu 1984
Abbah, Ibrahim Abu Hak Dan Batil Dalam Pertentangan Gema Insani Press 1997
Abdat, Abdul Hakim Bin Amir Al Masaa-Il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 1 Darus Sunnah 2006
Abdat, Abdul Hakim Bin Amir Al Masaa-Il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 2 Darus Sunnah 2007
Abdat, Abdul Hakim Bin Amir Al Masaa-Il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 5 Darus Sunnah 2005
Abdat, Abdul Hakim Bin Amir Al Masaa-Il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 6 Darus Sunnah 2006
Abdat, Abdul Hakim Bin Amir Al Masaa-Il (Masalah-Masalah Agama) Jilid 7 Darus Sunnah 2006
Abdissalam, Al-Imam ‘Izzuuddin Abnu Mengenal Keutamaan Rasulullah Cahaya Tauhid Press 2004
Abdullah, H. Mohammad Saleh Bin Menyingkap Rahasia Agama Dan Tasawuf Usana Offset
Abdurrahman, K. H. E. Hukum Qurban, ‘Aqiqah Dan Sembelihan Penerbit Sinar Baru Bandung 1990

Generated by BookCAT – 12 Oktober 2009 10:33





Download Ebook ‘I’tikaf di Bulan Romadhon’ dan ‘Idul Fitri’

13 09 2009

Download di sini …

I’tikaf di Bulan Romadhon

Sunnah Hari Raya Idul Fitri

Semoga Allah Ta’ala memberikan karunia kepahaman dien kepada kita.
Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, ia akan dikaruniai kepahaman agama.(HR. Al-Bukhari-Muslim)





AKHIR RAMADHAN DAN DEGRADASI IBADAH

13 09 2009

Oleh: Muhammad Qasim Saguni

Saat ini kita baru saja memasuki sepertiga terakhir Ramadhan. Sudah menjadi fenomena umum setiap tahunnya di berbagai negara, pada penghujung bulan suci ini terjadi degradasi (penurunan) kuantitas maupun kualitas ibadah sebagian besar umat Islam.

Jika pada sepuluh hari pertama bulan ke-9 dalam penanggalan hijriah terjadi peningkatan kuantitas maupun kualitas ibadah yang dilakukan kaum Muslimin, memasuki sepuluh hari yang kedua degradasi ibadah mulai nampak. Bahkan pada sepuluh hari terakhir tingkat degradasi ibadah semakin parah.

Fenomena tersebut dapat dilihat dari semakin sedikitnya umat Islam yang melaksanakan shalat berjamaah, termasuk shalat tarawih di masjid-masjid. Tadarrus Al Qur’an juga mulai ditinggalkan. Acara pengajian (ta’lim) pun semakin sepi peminat. Demikian pula tidak sedikit bentuk amal-amal kebaikan lainnya yang telah ditinggalkan kaum Muslimin.

Justru pada sepertiga terakhir Ramadhan umat Islam mulai menyibukkan diri dengan urusan-urusan duniawi, seperti persiapan pesta pada hari raya Idul Fitri yang akan datang. Mal-mal, plaza-plaza, serta berbagai pusat perbelanjaan lainnya mulai dipadati kaum Muslimin. Mereka rela antri di pintu masuk maupun pintu keluar arena parkir pusat perbelanjaan, berdesak-desakan di dalam mal, bahkan merasa ikhlas antri di kasir-kasir sejumlah departemen store dan supermarket hanya untuk membeli pakaian, makanan, serta barang-barang lainnya yang akan dipakai ketika Idul Fitri.

Para ibu-ibu dan remaja Muslimah pun banyak yang mengalami degradasi ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan karena sibuk memasak aneka kue kering serta mendekor ruang tamu demi menyongsong Idul Fitri. Bahkan mereka juga sibuk memasak aneka macam hidangan makanan dan minuman

Aktivitas rutin tahunan yang telah membudaya ini sebenarnya merupakan fenomena yang memprihatinkan kita. Padahal pada sepertiga terakhir Ramadhan kita disunnahkan untuk semakin memingkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sebab keutamaan bulan Ramadhan (seperti pahala yang dilipatgandakan dan kemudahan beramal shaleh) tidak dapat dijumpai pada sebelas bulan lainnya.
konsisten

Ibadah di bulan suci Ramadhan sebenarnya dapat diibaratkan sebuah kompetisi olahraga lari marathon. Hanya pelari yang sampai pada garis finish lah dikatakan sebagai pemenangnya. Demikian pula ibadah pada bulan suci ini, hanya mereka yang bertahan melakukan ibadah-ibadah mulia hingga akhir Ramadhan lah yang disebut sebagai pemenangnya. Para pemenang inilah yang akan diberi gelar sebagai orang-orang yang bertaqwa.

Untuk bisa bertahan hingga akhir Ramadhan, seorang Muslim harus tetap konsisten dalam menjaga amal ibadahnya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam memuji konsistensi amal ibadah yang dilakukan umatnya melalui sabdanya, “Sesungguhnya amalan yang dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara konsisten meskipun sedikit.” (HR. Bukhari).
Menjaring Lailatul Qadar
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Carilah malam lailatul qadar itu pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Dengan mengetahui dan meyakini kabar tersebut, insya Allah kita dapat menjaga amal ibadah agar tidak mengalami degradasi. Sebab malam lailatul qadar hanya terjadi sekali dalam setahun. Pahala kebaikan yang dilaksanakan pada malam tersebut tidak tanggung-tanggung, yaitu setara dengan seribu bulan atau seperti beramal selama 83,3 tahun lamanya.

Secara logika, siapa yang tidak ingin pahalanya dilipatgandakan sebanyak itu? Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan sepertiga terakhir bulan ini dengan sebaik-baiknya demi memperoleh keutamaan tersebut.

I’tikaf

Sebagian hikmah disunnahkannya i’tikaf (berdiam diri dan beribadah di dalam masjid) pada sepertiga terakhir bulan suci ini adalah agar kita tetap konsisten dan semakin konsentrasi beribadah kepada-Nya. Sebab pada masa tersebut cobaab dan godaan di luar masjid semakin besar. Selain itu, dengan beri’tikaf kita juga memiliki peluang yang besar untuk menjumpai malam lailatul qadar. Sebab malam yang lebih baik daripada seribu bulan itu kita jumpai ketika berada di dalam masjid. Dan rasanya tidak ada aktivitas lain yang dapat dikerjakan di masjid selain beribadah kepada-Nya.

Mengatur Waktu
Adakalanya karemna satu dan lain hal kita tidak bisa beri’tikaf. Maka hendaknya pada masa tersebut kita dapat mengatur waktu sebaik-baiknya. Misalnya kalaupun kita harus berbelanja pakaian anak-anak di mal atau pusat perbelanjaan lainnya, maka hendaknya dilakukan pada pagi hingga siang hari sebelum waktu ashar.

Demikian pula ibu-ibu dan remaja Muslimah secara khusus. Waktu memasak aneka kue serta hidangan persiapan Idul Fitri pun juga hendaknya dapat dilakukan siang hari. Waktu sore hendaknya dipakai untuk istirahat agar pada malam hari tidak kelelahan sehingga dapat beribadah (termasuk shalat tarawih) dengan tenang dan khusyuk.

Diharapkan kiat-kiat tersebut dapat membantu kita menghindari degradasi (penurunan) kuantitas dan kualitas ibadah hingga penghujung Ramadhan nanti sehingga kita tampil sebagai pemenang yang hakiki. Mudah-mudahan kita dapat menyongsong hari raya Idul Fitri dalam keadaan bersih tiada dosa seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya, karena Allah Subhanahu Wata’ala memberikan ridha dan ampunan-Nya kepada kita. Amin.
wahdah.or.id





Pengumuman DCT Rohis Aluswah

1 09 2009

dapat dilihat disini





Ramadhan Datang, Apa yang Perlu Disiapkan?

16 08 2009

;

Seandainya  seorang tamu yang anda cintai dan anda muliakan menghubungimu dan menga-barkan bahwa dia akan datang kepadamu dan akan tinggal disisimu selama beberapa hari, maka tentu saja anda akan senang dan bahagia, oleh karena itu anda akan bersiap-siap untuk menyambut kunjungan tamu yang anda cintai itu serta melakukan apa yang anda sanggupi mulai dari mengatur dirimu sendiri, membersihkan rumah dan mempersiapkan acara baginya selama anda menjamunya.

Maka bagaimana pendapatmu wahai saudaraku yang tercinta jika tamu yang datang ini bukan hanya dicintai olehmu bahkan dia kecintaan Allah dan Rasul-Nya صلى الله عليه وسلم serta seluruh kaum muslimin ? Bagaimana jika tamu ini membawa kebaikan dan keberkahan ?

Dia adalah bulan Ramadhan yang mulia. Bulan Qur’an dan puasa, bulan tahajjud dan tarwih, bulan kesabaran dan ketaqwaan, bulan rahmat, pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Bulan yang didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang diborgol padanya syaitan, ditutup pintu-pintu neraka dan dibuka pintu-pintu syurga. Kita memohon kepada Allah سبحانه وتعلى untuk mendapatkan keutamaan bulan tersebut. Bulan yang digandakan padanya kebaikan dan ketaatan, bulan yang didalamnya terdapat pahala-pahala yang agung dan keutamaan-keutamaan yang besar.

Maka sangat pantas bagi setiap yang mengetahui sifat-sifat tamu yang agung ini untuk menyambutnya dengan sambutan yang sebaik-baiknya dan bersiap-siap untuk menyambutnya dalam bentuk amaliyah agar meraih manfaat yang sangat agung sehingga keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan ruhnya telah suci dan jiwanya telah bersih.

Perdalam ilmu, persiapkan diri, untuk beramal sholeh di bulan suci….

Download ebook-ebook yang berkaitan dengan Ramadhan berikut ini.

Risalah Ramadhan.pdf

Panduan Amal di Bulan Puasa.pdf

Jadwal Kegiatan Ibadah Ramadhan.pdf

Renungan Puasa.pdf

Edisi Lengkap Puasa.zip

Introspeksi.zip

Hadits Dhaif tentang Ramadhan.pdf

Fatwa-fatwa Tentang Ramadhan.pdf





Segitiga Bermuda Misteri di Samudera Atlantik

21 09 2008

Ini merupakan satu misteri besar dalam sejarah. Sebuah wilayah di kawasan Samudera Atlantik yang menelan banyak korban. Dilaporkan ratusan kapal laut dan pesawat udara hilang di areal ini, lenyap sama sekali tanpa bekas. Zona maut yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)!

Baca entri selengkapnya »





Bayi Bermata Satu Diyakini Sebagai Sosok Dajjal

21 09 2008


Belum lama, beredar foto seorang bayi dengan mata satu di berbagai media-media forum internet. Bayi yang diyakini lahir di Israel tersebut juga banyak menjadi perdebatan, karena sebagian di antara netters di forum, menyatakan bahwa bayi ini merupakan dajjal yang akan datang ke dunia pada saat hari kiamat akan tiba.
Tapi benarkah demikian ?

Baca entri selengkapnya »





MABIT GRT 1429H

21 09 2008

Mabit (malam bina ilmu dan taqwa) alhamdulillah telah dilaksanakan dengan lancar tanpa halangan apapun. Acara yang menjadi agenda rutin POH Al Uswah yang bekerja sama dengan siswa kelas XI, sekolah, KSAI dan pihak lain ini dilaksanakan pada hari sabtu-minggu tanggal 20-21 september 2008. Acara yang diadakan bersamaan dengan bulan suci ramadhan ini menampilkan beberapa pembicara diantaranya Ustad Aldi (mz Aldi alumni angkatan 1997), Ustad Huda (IKDI), Mz Iznan Hidayat, KSAI dll.

Baca entri selengkapnya »